Kepolisian Jombang Tangkap 2 Pemburu Bersenjata Mirip M16

"Ciri-cirinya seperti M16 dua senjata ini, tidak standar karena dia merakit sendiri, membuat laras sendiri tetapi hampir menyerupai yang asli."

Sabtu, 03 Jun 2017 11:00 WIB

Barang bukti Senpi rakitan dan ratusan amunisi disita Polisi dari tangan WD dan HR, warga Kecamatan Kudu dan Ngusikan, Jombang, Jumat (02/06). (Foto: KBR/Muji L.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jombang- Kepolisian  Jombang, Jawa timur, menyita empat pucuk senjata api (Senpi) rakitan dari dua warga, Jumat (2/6/2017). Dari tangan keduanya Polisi juga menyita ratusan amunisi berbagai ukuran.

Dua tersangka masing-masing WD (54), warga Kecamatan Ngusikan dan HR (37), warga Kecamatan Kudu, Jombang. Selanjutnya, pelaku berikut barang bukti dibawa Petugas ke Mapolres setempat.

Kepala Satuan Reskrim Polres Jombang, Wahyu Norman Hidayat mengatakan, penangkapan dua tersangka itu bermula dari informasi masyarakat. Yakni adanya warga yang berburu ke hutan menggunakan Senpi membahayakan. Atas laporan itu, Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap keduanya.

Kepada petugas, kedua tersangka ini mengaku senpi rakitan yang mereka miliki hanya untuk berburu.

"Untuk yang senjata tajam ini untuk berburu bisa, untuk melumpuhkan orang bisa. Seandainya ini disalahgunakan untuk merampok juga bisa. Informasinya dia ini pemburu, Senpi M16 untuk sementara pengakuan para pelaku ini HR sama WD senjatanya hanya ini dan tidak diperjual belikan," kata Wahyu Norman Hidayat.



Kepolisian menyita barang bukti meliputi, empat Senpi rakitan yang menyerupai jenis M-16. Dari jumlah tersebut, dua Senpi masih dalam proses penggarapan. Kemudian 130 butir peluru dari mulai kaliber 5,6 mm hingga 9 mm serta dua ons bubuk mesiu.

Menurut Norman, dua pelaku ini mendapatkan Senpi berikut amunisinya dari seseorang berinisial SN. Hanya saja, saat ditelisik lebih dalam, ternyata SN sudah meninggal dunia. Sehingga polisi kehilangan jejak untuk mendapatkan data lebih banyak.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Undang-Undang Darurat dengan ancaman penjara 20 tahun sampai hukuman mati.

Editor: Rony Sitangang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.