Kemacetan Brexit Diprediksi Pindah ke Exit Gandulan Pemalang

Tim Terpadu Pengamanan Arus Mudik Lebaran 2017 telah menyiapkan empat skenario penanganan jika sampai terjadi penumpukan kendaraan, baik di ruas Pantura maupun di Exit Tol Gandulan.

Senin, 19 Jun 2017 12:15 WIB

Foto udara jalur Simpang Exit Tol Brebes Timur, Jawa Tengah, Minggu (18/6/2017). Jalur ke atas menuju tol fungsional Pemalang-Batang. Arus mudik ramai lancar pada H-7 lembaran. (Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)

KBR, Pemalang – Kepolisian Resort Pemalang Jawa Tengah memperkirakan penumpukan arus mudik kendaraan di jalur tol bakal berpindah ke pintu keluar tol Pemalang di Gandulan (Gandulan Exit). Pada musim mudik tahun lalu, kemacetan parah terjadi di pintu tol Brebes Timur (Brebes Exit).

Jalur tol Pemalang-Batang merupakan jalur tol fungsional yang dibuka pada arus mudik lebaran tahun ini. Di jalur tol Pemalang-Batang terdapat tiga pintu tol, yaitu exit tol Gandulan (Pemalan), exit tol Bojong (Pekalongal) dan exit Pasekaran (Batang).

Sedangkan di jalur antara Brebes Timur menuju Pemalang terdapat tiga exit tol sementara, yaitu exit tol Karangjati, exit tol Warureja dan exit tol Sewaka.
 
Kapolres Pemalang Agus Setyawan Heru Purnomo mengatakan sejak sepekan sebelum Lebaran (H-7) telah terjadi peningkatan volume kendaraan di jalur Pantai Utara (Pantura), terutama antara ruas Lawangrejo hingga Pos Gandulan. Meski begitu, peningkatan volume kendaraan belum sampai membuat arus lalu lintas terganggu.

Agus Setyawan mengatakan Tim Terpadu Pengamanan Arus Mudik Lebaran 2017 telah menyiapkan empat skenario penanganan jika sampai terjadi penumpukan kendaraan, baik di ruas Pantura maupun di Exit Tol Gandulan.

Skenario pertama, Kepolisian akan memprioritaskan kendaraan ke arah timur untuk keluar di Pemalang Exit Pos Gandulan, dengan skema 3:1. Skema ini berarti kendaraan dari arah barat akan dilintaskan sebanyak tiga kali hitungan waktu, sedangkan kendaraan dari arah timur, atau yang akan masuk Gardu Tol Pos Gandulan hanya sekali hitungan waktu.

Skenario kedua, jika kemacetan sudah menjalar hingga dalam tol Pemalang, maka Tim Terpadu akan melakukan kontra flow di jalur antara Regina hingga Ulujami, dengan jarak 13,9 kilometer. Di sini polisi telah menyiapkan titik-titik untuk melakukan kontra flow, atau pengaturan lalu lintas berlawanan arah menggunakan salah satu jalur dari ruas timur menuju barat.



Kepolisian mengarahkan kendaraan keluar di Exit Tol Bulakamba menuju Pantura Brebes Jawa Tengah, Minggu (18/6/2017). (Foto:ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)
 
Kapolres Pemalang Agus Setyawan menjelaskan, Tim Terpadu juga akan melakukan rekayasa lalu lintas dengan skema 3:1 di beberapa perlintasan sebidang yang kini masih aktif. Kendaraan yang akan menyeberang jalur mudik di perlintasan akan menunggu dan memprioritaskan kendaraan yang melintas di jalur mudik.

Skenario ketiga, jika kemacetan semakin memburuk dan Jalur Pantura arah Pekalongan mengalami kemacetan, maka arus kendaraan akan dialihkan ke kiri, memutar ke Bantarbolang dan seterusnya untuk mengurai kemacetan.

Skenario keempat atau terakhir,  Pos PAM Terpadu diminta membuka pintu keluar tol Sewaka Exit sehingga kendaraan yang akan menuju Purbalingga, Banjarnegara dan Kebumen bisa melintas. Sementara, kendaraan dari arah Purwokerto atau Purbalingga yang akan menuju Pos Gandulan akan diarahkan menuju Batang tanpa melintas ke Pos Gandulan.

"Skenario ini telah kami sampaikan pada kunjungan Pak Kasops Polri dan Bapak Wakapolri," kata Agus Setyawan Heru Purnomo, Minggu malam (18/6/2017).

Mulai Senin (19/6/2017) pagi, Kapolres Pemalang Agus Setyawan akan memimpin gelar pasukan pengamanan Operasi Candi Ramadniya (Ramadan Hari Raya) 2017. Polres mengerahkan 480 personel untuk pengamanan arus mudik dan balik.

Tim Terpadu dan Pos Pengamanan Terpadu akan mulai difungsikan pada Senin siang ini. Tiap Pos Pengamanan dibekali Protokol Tetap (Protap) yang harus dilakukan jika situasi lalu lintas memburuk. Agus Setyawan mengatakan secara terpadu tim akan saling berkoordinasi untuk mengantisipasi kemungkinan penumpukan kendaraan di titik-titik rawan macet.

Hingga Minggu (18/6/2017) malam, pantauan di ruas Pantura dan Tol Pemalang sudah terjadi peningkatan volume kendaraan, namun tak sampai membuat kemacetan. Diprediksi, puncak arus mudik akan terjadi antara H-4 hingga H-1 lebaran 2017.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Kemenhub Imbau Truk Barang Mulai Operasi 3 Juli

  • H+4 Lebaran, Stasiun Pasar Senen Masih Padat Penumpang
  • Bayi Simpanse Korban Penyelundupan Mati
  • Ronaldo Punya Anak Kembar

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?