Jemaat Ahmadiyah Depok Terpaksa Salat Tarawih di Halaman Masjid

Masjid Ahmadiyah di Sawangan, Depok disegel kembali pemerintah kota Depok dan polisi pada Sabtu lalu.

Minggu, 04 Jun 2017 20:11 WIB

Plang segel masjid. Foto: Gilang Ramadan

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Jemaat Ahmadiyah di Sawangan, Depok, Jawa Barat terpaksa beribadah di halaman masjid Al Hidayah. Sebab masjid mereka disegel kembali pemerintah kota Depok dan polisi pada Sabtu lalu.

Padahal Komnas Perempuan dan Komnas HAM sudah memberikan rekomendasi bahwa penyegelan masjid melanggar hukum atas hak beribadah. Menurut Mubaligh Ahmadiyah Depok, Farid, jumlah jemaat Ahmadiyah yang beribadah di masjid tersebut berkisar ratusan orang.  

"Kegiatan normal saja, kita hanya ibadah. Kemarin yang dulu bisa dilakukan di dalam masjid sekarang kita kembali di lapangan, halaman masjid. Karena pintunya sudah dipantek kayu lagi dan di police line. Ya salat lima waktu, taraweh, tadarus Al Quran hanya di lapang saja," ujar Mubaligh Ahmadiyah Depok Farid, saat dihubungi KBR, Minggu (4/6/2017).

Farid mengaku heran dengan alasan yang disampaikan polisi yakni khawatir ada kekerasan dari masyarakat sekitar terkait ibadah jemaat Ahmadiyah. Kata dia, selama ini jemaat belum pernah mendapat ancaman apapun dari masyarakat sekitar.

"Jadi polisi itu dia hanya melakukan langkah tindakan penyelidikan dan penyidikan setelah ada laporan dari pemerintah kota Depok terkait pengerusakan segel oleh Ahmadiyah. Kalau intimidasi yang paling banyak memberikan kabar hati-hati ada penyerangan, ada sesuatu yang dianggap ada amukan massa itu dari kepolisian. Kami ingin mengamankan Ahmadiyah dari amukan massa, itu kata polisi," ujarnya

Penyegelan masjid yang dilakukan Pemkot Depok berdasarkan Peraturan Gubernur Tahun 2011 dan Pergub tahun 2011 dan peraturan Wali kota.

Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau