Jelang Lebaran, Mendag Perintahkan Staf Turun Pantau Stok dan Harga Pangan

"Jadi kami benar-benar masuk sampai pasar supaya tidak ada yang bermain-main dengan stok dan harga,"

Sabtu, 10 Jun 2017 12:00 WIB

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat mengunjungi Indogrosir di Tangerang, Banten pada Jumat (09/06). (Foto: KBR/Gilang R.)

KBR, Tangerang- Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan, kebutuhan masyarakat atas bahan pokok meningkat hingga 30 persen pada bulan Ramadan. Puncaknya yakni 10 hari sebelum hari raya Idul Fitri. Menurut Enggar, peningkatan kebutuhan bahan pokok ini rawan disalahgunakan oleh distributor dan pedagang.

Kata dia, pemerintah sudah menyiapkan strategi agar tidak ada  yang menimbun barang dan memainkan harga.

"10 hari jelang lebaran kami staf Kementerian Perdagangan akan turun ke daerah untuk memastikan setiap hari barang itu ada, setiap hari tak ada gejolak harga bersama Satgas Pangan. Jadi kami benar-benar masuk sampai pasar supaya tidak ada yang bermain-main dengan stok dan harga," kata Enggar di Indogrosir Tangerang, Jumat (09/06/17).

Enggar mengklaim stok pangan mencukupi hingga lebaran Idul Fitri. Hal itu ia sampaikan usai melakukan kunjungan kerja ke Indogrosir di Jatiulum, Tangerang. Kunjungannya​ kali ini untuk meninjau ketersediaan stok bahan pokok di toko ritel.

"Pusat grosir di Tangerang ini memasok bahan pangan ke sekitar 8000 warung tradisional. Stoknya lebih dari cukup," ujarnya.

Pada kunjungan kali ini, Enggar juga ingin memastikan kebijakan pemerintah mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) dijalankan oleh pasar ritel. Kebijakan tersebut diantaranya untuk gula dengan HET sebesar Rp 12.500 per kilogram, sedangkan untuk HET minyak goreng sebesar Rp 11.000 per liter.

Enggar mengatakan, pusat grosir yang berada di Tangerang ini memasok bahan pangan ke sekitar 8000 warung kecil. Menurutn dia, stok pangan yang ada di sini lebih dari cukup hingga lebaran nanti. Stok pangan yang cukup akan menghambat kenaikan harga dan penimbunan barang.

"Rata-rata di dalam bulan suci Ramadan ini demand-nya meningkat sekitar 20 sampai 30 persen. Kami ingin tahu seberapa jauh ketersediaan stok. Saya juga ingin memastikan apakah permintaan Pemerintah mengenai gula, minyak goreng dengan kemasan sederhana tersedia dalam jumlah yang cukup," kata Enggar di Indogrosir Tangerang, Jumat (09/06/17).

Pada kunjungan ini, Enggar mendorong pemerataan akses terhadap barang baik untuk ritail moderen dan warung tradisional. Ia mengapresiasi Indogrosir yang menerapkan sistem kemitraan dengan warung-warung tradisional. Sehingga ritail moderen dan warung tradisional mempunyai akses yang sama terhadap barang.

"Ritail moderen seperti Indomaret bisa menjual harga murah karena karena bicara akses dan harga perolehan. Kami ingin warung tradisional juga demikian," ujarnya.

Selain mengunjungi pusat grosir, Enggar juga meninjau pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) di salah satu bank. Enggar menginginkan pedagang tradisional bisa mudah mengakses barang serta mendapat bantuan modal.

"Warung tradisional diberi akses pasar yang sama sehingga bisa bersaing dengan ritail moderen," kata Dia.

Editor: Rony Sitanggang 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Perpanjangan Pansus KPK Boroskan Duit Negara

  • Saksi Ahli Novanto Sebut KPK Terlalu Dini Tetapkan Tersangka
  • Densus Antikorupsi Polri Ditargetkan Balikan Uang Negara 900 Miliar Lebih
  • Pemkot Medan Ambil Alih Pasar Pringgan