Hati-hati Mudik, 350 Perlintasan KA Daops 4 Semarang Tak Terjaga

PT KAI Daops 4 Semarang telah menyiapkan lebih dari 280 personel untuk mengamankan mudik lebaran tahun ini. Sekitar 170 orang diantaranya merupakan petugas ekstra untuk menjaga pintu perlintasan.

Jumat, 16 Jun 2017 11:21 WIB

Petugas mengevakuasi rongsokan mobil yang tertabrak kereta api Argo Bromo Anggrek di pintu perlintasan tak terjaga di Desa Sedadi, Penawangan, Grobogan, Jawa Tengah, Minggu (20/5/2017). (Foto: ANTARA/Yusuf Nugroho)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Semarang - Sebanyak 356 perlintasan sebidang kereta api di wilayah operasi PT KAI Daerah Operasi IV (Semarang) tidak memiliki penjagaan.

Executive Vice President PT KAI Daops 4 Semarang Wiwik Widayanti mengatakan total di wilayahnya terdapat 489 perlintasan sebidang.

"Itu sudah termasuk perlintasan yang memiliki flyover, dan underpass. Kalau perlintasan yang terjaga itu ada sekitar 114. Jadi yang tidak terjaga itu 356," kata Wiwik kepada KBR, di Stasiun Cawang Semarang, Kamis (15/6/2017).

Wiwik mengatakan telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk membantu mengatasi kemungkinan kecelakaan dan juga memperlancar jalur mudik 2017.

Wiwik mengatakan untuk perlintasan kecil atau perlintasan di jalan setapak akan ditutup, sedangkan perlintasan sebidang yang ramai tanpa penjagaan akan dilakukan penutupan secara bertahap.

Wiwik menambahkan PT KAI Daops 4 Semarang telah menyiapkan lebih dari 280 personel untuk mengamankan mudik lebaran tahun ini. Sekitar 170 orang diantaranya merupakan petugas ekstra untuk menjaga pintu perlintasan di daerah rawan.

"Jumlahnya kalau untuk Petugas Penilik Jalan atau PPJ ada 112 orang. Sedangkan untuk penjaga pintu perlintasan ekstra ada 171 orang," kata Wiwik.

Selain itu, kata Wiwik, PT KAI menambahkan 17 petugas untuk menjaga jembatan-jembatan yang dilintasi kereta api, serta 22 orang petugas penjaga daerah rawan.

PT KAI Daops 4 Semarang juga mendapat pengawalan dari 79 personel Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), bantuan 98 bantuan TNI dan Polri, 20 orang personel PAM jalur dari Satlantas Polri, serta pasukan anjing pelacak atau K-9 sebanyak 6 pasang.

Wiwik juga melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk melawan aksi pelemparan kereta api dengan batu, karena sejauh ini kebanyakan aksi pelemparan batu dilakukan anak-anak.

Baca juga:



Petugas PT KAI dan komunitas Railfans dari Jember mengkampanyekan keselamatan berkendara di perlintasan kereta api di Jember, Jawa Timur, Kamis (15/6/2017). (Foto: ANTARA/Seno)
 
Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau