Hari Ini Jenazah Polisi Korban Teror Dimakamkan di Kabupaten Batubara

Kapolda Sumatera Utara Rycko Amelza Dahniel tidak menyangka dengan banyaknya dukungan dari masyarakat terhadap korban dan Polda Sumatera Utara.

Selasa, 27 Jun 2017 14:01 WIB

Anggota polisi meletakkan karangan bunga di lokasi penyerangan di Markas Polda Sumatera Utara di Medan, Senin (26/6/2017). (Foto: ANTARA/Septianda Perdana)

KBR, Medan - Ratusan orang dari berbagai daerah di Kota Medan, Sumatera Utara menggelar aksi penghormatan terakhir untuk Martua Sigalingging, pada Senin (26/6/2017) malam.

Anggota polisi dari Polda Sumatera Utara itu tewas terkena serangan senjata tajam dari dua pelaku teror di pos jaga Markas Polda Sumatera Utara, tepat pada hari Lebaran Minggu 25 Juni dinihari lalu.  

Warga memenuhi lapangan di Markas Polda Sumatera Utara dengan membawa bunga dan lilin. Sejumlah tokoh lintas agama juga hadir di tempat tersebut.

Kapolda Sumatera Utara Rycko Amelza Dahniel tidak menyangka dengan banyaknya dukungan dari masyarakat terhadap korban dan Polda Sumatera Utara.

"Saya sungguh terkejut, sekaligus mengucapkan syukur kepada Tuhan, karena kegiatan ini digalang oleh saudara-saudara kami dari umat Kristiani, terutama pimpinan lintas agama yang hadir malam ini," kata Rycko di Mapolda Sumatera Utara, Senin (26/6/2016) malam.



Kapolda Sumatera Utara Rycko Amelza Dahniel bersama warga menyalakan lilin dalam aksi dukungan di Polda Sumatera Utara di Medan, Senin (26/6/2017). (Foto: ANTARA/Septianda Perdana)
 
Rycko mengatakan aksi ini merupakan dukungan dari masyarakat untuk Polda Sumatera Utara dalam memberantas terorisme.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih atas kehadiran bapak dan ibu sekalian. Disamping mendoakan juga mendukung upaya-upaya Polda Sumatera Utara memberantas segala bentuk aksi terorisme. Juga mengutuk aksi terorisme di Polda Sumut maupun di tempat lain," kata Rycko yang akan meninggalkan jabatan Kapolda Sumatera Utara akhir bulan ini untuk menjabat Gubernur Akademi Kepolisian.

Rycko mengatakan, jenazah Martua Sigalingging yang berpangkat Inspektur Dua Anumerta sudah diberangkatkan ke Kabupaten Batubara, untuk dimakamkan di kampung istrinya itu pada Selasa (27/6/2017).

"Insya Allah, jika tidak ada halangan beliau akan dimakamkan di Batubara, setelah mengikuti serangkaian upacara adat di kampung halaman istrinya," ungkap Rycko.

Martua Sigalingging tewas diserang dengan senjata tajam oleh dua orang terduga teroris dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah, pada Minggu (25/6/2017) dinihari. Dua orang itu menyusup ke pos penjagaan di Markas Polda Sumatera Utara dan menyerang Martua yang sedang berjaga.

Teman Martua yang mengetahui kejadian itu membantu melawan pelaku. Salah seorang pelaku bernama Ardial Ramadan tewas ditembak, dan satu lagi bernama Syawaludin Pakpahan luka tembak di paha. Namun, nyawa Martua tidak bisa diselamatkan.

Baca juga:



Ratusan orang menggelar aksi penghormatan untuk Ipda Anumerta M Sigalingging di Markas Polda Sumatera Utara, Senin (26/6/2017) malam. (Foto: KBR/Anugrah Anrdiansyah)
 
Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

BIN Tak Susun Daftar HTI

  • Dosen IPB: HTI Sudah Dibubarkan, Saya Bukan Anggota Lagi
  • Jet Tempur Cina Cegat Pesawat AS di LCS
  • Juventus Resmi Rekrut Bernardeschi Seharga Rp 619 Miliar

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.