Dokter jadi Korban Persekusi, Wali Kota Solok Beri Jaminan Keamanan

“Menjamin bahwa masyarakat kota solok akan menerima dokter sebagai bagian dari warga negara Indonesia yang berdomisili di kota Solok"

Jumat, 09 Jun 2017 22:56 WIB

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Padang- Pemerintah Kota Solok bersama  tokoh  adat, dan  agama  siap menerima dan menjamin keamanan dokter korban dugaan persekusi jika kembali. Wali Kota Solok  Zul Elfian mengatakan jaminan diberikan atas dasar persamaan hak.

“Menjamin bahwa masyarakat kota solok akan menerima dokter  sebagai bagian dari warga negara Indonesia yang berdomisili di kota Solok mempunyai persamaan hak dan kewajiban yang sama dengan masyarakat lain,” ujar Wali Kota Solok  Zul Elfian, Jumat (09/06).

Hal serupa juga disampaikan Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau Wilayah Solok  Rusli Khatib, Bundo kanduang Milda Murniati, dan Ketua MUI Solok Afrizal Taib. Bahkan  Wakapolres Solok  Sumintak mengatakan akan menjamin keamanan  dan memberi  pengawasan intensif.

“Kalau dia pulang ke sini, kalau dia merasa terancam, kita akan beri jaminan. Masyarakat menerima dia, kita akan amankan. Karena  dia belum pindah, aktivitas dia sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara). Dia punya kewaiban sebagai pegawai, kalau tidak masuk   setelah cuti, kan bisa kena sangsi,” ujar Sumintak.

Dalam kasus ini kepolisian Solok Kota sudah memintai keterangan 14 orang. Di antaranya  wali kota Solok, dokter untuk mengusut dugaan persekusi itu.


Editor: Rony Sitanggang

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Terus Genjot Revitalisasi Pasar, Mendag Undang Pengelola

  • Memasuki Musim Hujan, Pemprov DKI Belum Temukan Solusi Inovatif Masalah Banjir
  • Filipina Tangkap Perempuan Perekrut ISIS Marawi

Kenaikan harga rokok dengan hanya 9 persen dibanding tahun 2016 atau sekitar 30 perak per batang, dianggap tak mampu mengerem konsumsi rokok yang bertujuan melindungi kesehatan publik