Demokrat Usung Agus Yudhoyono di Pilpres 2019

Partai Demokrat belum mengetahui apakah pencalonan AHY akan dilakukan sendiri atau berkoalisi dengan partai lain. Keputusan Demokrat akan bergantung pada RUU Pemilu yang masih dibahas DPR.

Kamis, 22 Jun 2017 13:20 WIB

Agus Harimurti Yudhoyono dan istri sedang menggunakan hak pilih pada Pilkada DKI 2017. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Partai Demokrat berencana mengusung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai calon pemimpin baru pada Pemilu Presiden 2019 mendatang.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto mengatakan rencana itu mempertimbangkan usulan dari kader-kader Demokrat di daerah.

"Saya sudah muter-muter Indonesia, termasuk kemarin selama Safari Ramadhan. Memang rata-rata masyarakat Indonesia khususnya kader-kader Demokrat menginginkan AHY menjadi next leader. Next leader itu tentunya kami fokuskan di Pilpres 2019," kata Agus di kompleks Senayan, Jakarta, Kamis (22/6/2017).

Agus Hermanto mengatakan, Partai Demokrat belum menentukan apakah AHY itu akan diajukan sebagai calon presiden atau calon wakil presiden.

Demokrat juga belum mengetahui apakah pencalonan AHY nanti akan dilakukan sendiri atau berkoalisi dengan partai lain. Agus Hermanto mengatakan keputusan Demokrat akan bergantung pada Rancangan Undang-undang Pemilu yang masih dibahas di DPR.

"Yang jelas dalam Rakernas Partai Demokrat di NTB, Demokrat memutuskan akan mengusung calon presiden atau wakil presiden dalam Pemilu 2019," ujarnya.

Agus Hermanto mengatakan AHY juga dilibatkan dalam setiap kegiatan Demokrat dimanapun. Hal itu merupakan permintaan kader-kader Demokrat di Daerah supaya lebih mengenal AHY.

"Meskipun AHY baru bergabung dengan Partai Demokrat setelah Pilgub DKI, tapi dia sudah kental dengan PartaiDemokrat. Darahnya sudah biru," kata Dia.

AHY merupakan calon Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017 lalu. Anak pertama Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono itu maju Pilkada DKI bersama Sylviana Murni. Namun mereka tersingkir pada putaran pertama Pilkada Jakarta.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.