Basarnas Siapkan Ambulans Udara

Helikopter ambulan udara bersiaga di Gringsing, Brebes Exit, serta jalur kilometer 164 dan 102

Senin, 19 Jun 2017 21:41 WIB

Simulasi ambulans udara Basarnas di Semarang, Jawa Tengah pada Senin (19/6). Foto: Widia Primastika

KBR, Semarang - Menteri Kesehatan, Nila. F. Moeloek menyatakan pengoperasian jalur tol fungsional dapat membahayakan kesehatan. Pasalnya, jalur yang beroperasi sejak Senin (19/6) ini belum sempurna. Oleh sebab itu, Nila menyarankan agar pemudik dapat mematuhi batas maksimal kecapatan, yakni 40 kilometer/jam. Di jalur ini, menurut Nila, Kementerian Kesehatan mendirikan pos kesehatan  di pintu tol dan setiap 10 kilometer jalur bebas hambatan.

"Saya minta betul, pengemudi harus hati - hati sekali. Artinya jaga fisik. Kalau memang lelah, 4 jam istirahat. Kedua kalau istirahat, minum makannya yang bener," kata Nila saat ditemui KBR di Ruang VIP Bandara Ahmad Yani.

Pada saat melakukan pemantauaun, Menkes Nila menemukan tempat peristirahatan yang menjual beer. Meski beer yang dijual berkadar alhohol 0 persen, namun menurut Nila, hal itu dapat memengaruhi konsentrasi pemudik. Selain itu, Menkes juga meminta kepada pemudik, khususnya pengendara untuk berhati-hati mengonsumsi obat yang dijual bebas. Pasalnya, obat-obatan tersebut dapat menyebabkan kantuk.

Pada musim Mudik tahun 2017 ini, Kementerian Kesehatan menempatkan 3826 posko kesehatan yang berada di 15 provinsi di Indonesia. "Kami tidak hanya ambulans roda 4 sekarang, tetapi juga ambulans roda 2," ujar Nila kepada KBR.

Ambulan Udara


Selain menyiagakan pelbaagai kendaraan kesehatan, pada musim mudik tahun 2017 ini pemerintah bekerja sama dengan Badan SAR Nasional untuk membantu menyelamatkan pemudik yang mengalami gangguan kesehatan. Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Muda TNI Muhammad Syaugi menyiapkan helikopter sebagai ambulan udara.

"Kami sengaja tempatkan khusus untuk arus mudik di Pantura ini. Ada di Gringsing, Brebes Exit (Brexit), kemudian di kilometer 164 dan kilometer 102. Kita siapkan di sini ada helikopter, ada rescue truck, ada rescue car. Juga seluruh regu penyelamat," kata Syaugi di Gringsing Exit sebelum simulasi Penyelamatan dengan Ambulan Udara pada Senin (19/06).

Pada musim mudik ini, Basarnas menyiapkan 2000 petugas SAR, 6 helikopter. Selain di jalur tol, helikopter juga disiagakan untuk mengantisipasi perjalanan laut melalui Pelabuhan Merak - Bakauheni. (dmr)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

500 Kamisan, Korban Terus Tagih Janji Penyelesaian Kasus HAM Masa Lalu

  • Haris Azhar: Novel Cerita Ada Petinggi Polisi Terlibat Penyerangan
  • Terdakwa Penodaan Agama di Medan, Dituntut 2 Tahun 6 Bulan Penjara
  • Perppu Akses Informasi Keuangan Disahkan Menjadi Undang-undang

Indonesia mengalami masalah ketimpangan (inequality) dan tengah berupaya memeranginya. Simak perbincangannya hanya di Ruang Publik KBR, Rabu 26 Juli 2017 pukul 09.00-10.00 WIB.