[Advertorial] Singa Mas Indonesia Produksi Jutaan Botol Air Mineral dan AMDK

Perusahaan yang awalnya hanya memproduksi Fiesta White Tea, di semester dua tahun 2017 ini lebih konsentrasi di pasar air mineral yang merupakan keluaran produksi paling muda yang dibangun PT SMI

Jumat, 16 Jun 2017 14:51 WIB

Sepertinya sudah menjadi perencanaan bagi PT Singa Mas Indonesia anak perusahaan Charoen Pokphand untuk strategi marketingnya di sepanjang 2017.

Perusahaan yang awalnya hanya memproduksi Fiesta White Tea, di semester dua tahun 2017 ini lebih konsentrasi di pasar air mineral yang merupakan keluaran produksi paling muda yang dibangun PT Singa Mas Indonesia (SMI).

Keseriusannya dengan memproduksi air mineral sehubungan dengan ramainya pilihan beragam air mineral dan Air Minum Dalam Kemasan atau AMDK  dan banyaknya produsen di tanah air membuat persaingan Air Mineral dan AMDK semakin ramai dan banyak pilihan untuk masyarakat Indonesia. Hal ini agaknya juga mendorong SMI untuk ikut  meramaikan Air Mineral dan AMDK, apalagi Frozen meraih Best New Comer for Mineral Water with Ozone Injection and Ultra Filtration Technology in Indonesia.

Santo Kadarusman selaku Public Relations dan Marketing Event Manager mengatakan, “Dengan adanya Frozen Mineral Water dan produk SMI lainnya dipasaran seperti Fiesta White Tea, Fiesta Black Tea, Serrr dan Fruitamax ditambah dengan peluncuran produk baru lainnya, maka tidak terlepas kemungkinan target SMI akan naik 200-300 persen sampai dengan akhir tahun 2017”.

Fiesta White Tea memiliki 3 pilihan rasa, yaitu Jasmine, Lychee dan Peach yang banyak manfaatnya seperti menurunkan kolesterol, melindungi jantung, menurunkan kadar gula darah, mencegah gejala diabetes melitus, mengurangi penuaan dan pengerutan pada kulit, serta mencegah terjadinya mutasi sel penyebab kanker dan sebagai antivirus serta antimikroba, apalagi jika diminum secara rutin.

Fiesta White Tea, pertama di Indonesia. Produk minuman teh ready-to-drink dengan bahan dasar White Tea.

White Tea sendiri dipetik dari daun teh termuda yang belum mekar dan masih dalam bentuk kuncup. Daun teh termuda ini dikenal dengan istilah silver needle atau jarum perak, karena memang bentuknya yang agak menyerupai jarum berwarna keperakan setelah dipetik dan dikeringkan. Setelah di petik,White Tea hanya diuap lalu dikeringkan dengan sangat singkat, tanpa proses fermentasi sama sekali, sebelum akhirnya diproses menjadi daun teh kering. Proses singkat ini menjaga antioksidan White Tea tetap tinggi.

Yohan Arsianto, Brand Manager Fiesta White Tea & Fiesta Black Tea mengatakan, “Kami menggunakan teknologi Aseptic Cold-Filling yang ditujukan untuk menjaga kualitas aroma, rasa dan kebaikan teh tersebut. Daun teh yang sudah diproses menjadi minuman dipanaskan pada suhu 136 derajat celcius dalam waktu beberapa detik untuk mematikan mikroba tanpa merusak daun teh itu sendiri, kemudian dikemas dalam botol steril pada suhu 25 derajat celcius sehingga Fiesta White Tea tahan untuk jangka waktu lama, selama tutupnya masih tersegel sempurna. Daun teh yang termuda dan proses yang singkat tersebut yang membuat rasa Fiesta White Tea sangat ringan tehnya dan menyegarkan”.


Setelah Fiesta White Tea, kemudian ada Fiesta Black Tea yang Meraih The Inspiring Tea Award. Black itu Menggoda, Black itu Keren, Black itu Nikmat, Black itu Fiesta Black Tea. Fiesta Black Tea enaknya pasti.

Brand Manager Cups & Frozen Laurensius Zaoputra mengatakan, “Produk-produk lainnya keluaran SMI adalah Serrr, minuman teh dalam kemasan cup 200ml. Fruitamax Pop, minuman berperisa (berasa dan beraroma) dalam kemasan cup 200, dengan pilihan rasa Jeruk, Stroberi, Mangga & Nenas kemudian ada Fruitamax Jelly, minuman “agar” berperisa dalam kemasan cup 150ml, rasa Stroberi & Jeruk”.

SMI adalah anak perusahaan Charoen Pokphand Group yang khusus bergerak di industry beverage Ready To Drink. Brand yang digunakan untuk produk-produk utamanya adalah “FIESTA” karena Fiesta sudah dikenal sebagi brand yang mengusung kualitas dan mutu produk-produknya.

Keberhasilan penjualan Fiesta White Tea, Fiesta Black Tea, Serrr dan Fruitamax membuat SMI semakin dikenal di jajaran minuman RTD, lagipula SMI sudah menjadi anggota Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI).

SMI didirikan pada tanggal 7 Maret 2014 dan memiliki 2 pabrik yaitu di Cikande Jawa Barat dan di Pandaan Jawa Timur. Penjualan produk-produknya merata di seluruh Indonesia mulai dari Aceh sampai Papua. Khusus Jawa Bali, Fiesta White Tea, Fiesta Black Tea & Frozen, penjualannya 70% ke Modern Channel, sementara di Pasar Tradisional hanya 30%. 

Perkembangan penjualan SMI dari bulan ke bulan, tumbuh rata-rata 10–30%. Paling bagus di bulan Puasa Idul Fitri dan menjelang Natal Tahun Baru, mungkin untuk berbuka puasa, untuk parcel dan atau untuk Halal Bihalal serta di Natal Tahun Baru.

Sedangkan segmentasi, targeting & positioningnya sejak pertama kali peluncuran di tahun 2015 produk SMI dibuat dan diperuntukkan hanya untuk kalangan menengah, dan papan atas. Sekarang SMI juga sudah memiliki produk-produk untuk menengah bawah.

Beragam Penghargaan, Award & Anugerah yang telah di dapat oleh SMI, adalah Top Tech Choice 2016, Best Innovator In White Tea – Asian Silver Needle Tea - Cold Filling Drink Technology (waktu di isi, dengan suhu ruangan, sehingga tidak merusak rasa dan kandungan.

Rainforest Alliance Certified, Sertifikasi yang diberikan kepada kebun teh yang berupaya untuk melindungi keanekaragaman hayati serta memastikan kehidupan yang berkelanjutan

Marketing Award untuk The Best in Market Driving untuk Fiesta White Tea, sehubungan Fiesta White Tea menggunakan bahan utamanya white tea dan merupakan yang pertama di Indonesia.

The Inspiring Tea Award untuk Fiesta Black Tea. Black itu Menggoda, Black itu Keren, Black itu Nikmat, Black itu Fiesta Black Tea. Fiesta Black Tea enaknya pasti.

Best New Comer for Mineral Water with Ozone Injection and Ultra Filtration Technology in Indonesia untuk Frozen.

IBCA atau Indonesia Business & Company Award, apresiasi untuk PT Singa Mas Indonesia, anak perusahaan Charoen Pokphand sebagai Perusahaan yang memiliki kapasitas, dedikasi dan profesionalisme.

Selain agenda marketing, SMI juga concern dalam tanggung jawab sosial perusahaan atau program Corporate Social Responsibility. Belum lama ini, bertempat di Universitas Trisakti, SMI mengadakan program CSR dengan mengundang pakar CSR untuk berdiskusi bersama dalam hal CSR yang berkesinambungan. Sedangkan prestasi CSR nya adalah Mendukung PMR PMI Se Nasional Di Makassar, Mendukung Atlit JaTim bersama KONI dan Gubernur JaTim, Program Mudik Bersama BUMN dan Gubernur JaTeng, Peduli Longsor Purworejo JaTeng, kemudian Bersih Bersih Sungai dengan Kemenpora dan Haornas Sidoarjo Jawa Timur 2016 bersama KemenPora dan Presiden Republik Indonesia, PON XIX bersama KONI & Gubernur JaBar, selanjutnya Peduli Banjir Garut Jawa Barat dan Peduli Gempa Aceh.

Santo menambahkan, “Di semester pertama SMI telah berhasil  memproduksi jutaan minuman dalam botol dan gelas, dan untuk sisa enam bulan berikutnya di tahun 2017 ini SMI akan tetap terus konsisten memproduksi lebih banyak untuk menutupi pasar demand di Indonesia.  Kami yakin hal ini dapat dilalui dengan baik, karena SMI telah eksis di Indonesia, apalagi brand Fiesta Charoen Pokphand sudah dikenal selama 20 tahun sebagai brand yang mengusung kualitas dan mutu produk-produknya dan hingga kini masih tetap diminati masyarakat Indonesia”, tutup Santo. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

KKP Gagal Capai Target Ekspor Ikan

  • HRW Usulkan 4 Isu Jadi Prioritas Dialog Jakarta Papua
  • Terduga TBC di Medan Capai Seribu Orang
  • Dalai Lama Luncurkan Aplikasi

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi