3 Terduga Teroris yang Ditangkap di Medan Diterbangkan ke Jakarta

"Kita sudah diinformasikan bahwa tiga orang yang diduga teroris sudah diboyong dari Medan ke Jakarta,"

Jumat, 09 Jun 2017 14:47 WIB

Ilustrasi: Penggeledahan rumah tersangka teroris. (Foto: Antara)

KBR, Medan- Ketiga terduga teroris   yang ditangkap Detasemen Khusus 88 Anti Teror di Medan, Sumatera Utara diterbangkan ke Jakarta. Juru Bicara Polda Sumut,   Rina Sari Ginting mengatakan mereka diterbangkan semalam.

"Informasi dari Densus ketiganya sudah dibawa ke Jakarta tadi malam. Namun, datanya ada sama mereka (Densus 88). Tapi kita sudah diinformasikan bahwa tiga orang yang diduga teroris sudah diboyong dari Medan ke Jakarta," kata Rina, Jumat (9/6).

Sebelumnya Densus pada Selasa malam menangkap  Komandan Laskar Forum Umat Islam (FUI) Sumut, Azzam Alghozi alias Abu Yakub, Komandan Laskar Jundulloh Annas Sumut, Reza Alfino, dan personil Laskar Majelis Mujahidin, John Hen di beberapa lokasi di Kota Medan.

Azzam Alghozi merupakan  warga Jalan Karang Sari, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia,  Reza Arfino, warga Jalan Jermal XII Gang Haji, Kecamatan Medan Denai. Sedangkan  John Hen, warga Jalan Platina II, Keluruhan Titi Papan, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang.

Menanggapi penangkapan itu, Ketua FUI Sumatera Utara, Indra Suheri mengatakan,  akan mendatangi Mako Brimob Poda Sumut pada Sabtu (10/6).

"Kami putuskan besok ke Mako Brimob, melakukan delegasi 20 orang dari elemen-elemen ormas Islam, dan tim pembela hukum," ujar Indra.

Kehadiran mereka untuk meminta klarifikasi atas sejumlah penangkapan tersebut.

ISIS

Pengamat Terorisme Al Chaidar  mengatakan )ISIS atau kelompok teror lain biasanya tidak menyarankan anggota mereka aktif di Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam yang populer di Indonesia. Alasannya mereka sudah menyiapkan organisasi sendiri bagi anggotanya yang baru masuk. Bahkan bagi calon anggota mereka yang aktif di salah satu ormas, diminta segera mengundurkan diri.

"Kemungkinan itu sangat kecil sekali. Karena biasanya sebelum mereka masuk dan aktif di ormas, mereka disuruh keluar. Kemudian ketika sudah keluar mereka hanya disuruh memilih satu saja organisasi, misalnya apakah di JAD (Jamaah Ansharut Daulah) atau MIB (Mujahidin Indonesia Barat). Itu menunjukan mereka menganggap ormas Islam itu murtadin atau ormas yang tidak perlu," ujarnya kepada KBR, Jumat (9/6/2017).

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!