Rupiah Melemah, Ini Kata Wapres JK

Menurut JK, pelemahan rupiah terhadap dolar menyebabkan kenaikan harga bahan baku impor. Namun Ia mengatakan, hal itu bisa ditutupi dengan peningkatan produk dalam negeri.

Selasa, 08 Mei 2018 21:43 WIB

Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) sebelum memimpin rapat terbatas di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (26/4). (Foto: ANTARA/ Puspa P)

KBR, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bisa dimanfaatkan dengan menggenjot produk dalam negeri untuk keperluan ekspor. Hari ini (Selasa 5/3/2018) nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp 14.028.

Menurut JK, pelemahan rupiah terhadap dolar menyebabkan kenaikan harga bahan baku impor. Namun Ia mengatakan, hal itu bisa ditutupi dengan peningkatan produk dalam negeri.

"Rupiah melemah itu memang untuk impor kemahalan. Tapi untuk ekspor pendapatannya menjadi lebih banyak. Sedangkan masalah kita sekarang ini defisit impor ekspor perlu diperbaiki," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Selasa (8/5/2018).

Kalla mengatakan, persoalan nilai tukar rupiah ini tak berdiri sendiri. Ia menjelaskan, masalah itu berkaitan dengan kondisi perekonomian dunia khususnya Amerika Serikat.

"Karena ekonomi di Amerika menguat artinya rupiah melemah."

JK pun mendukung upaya Bank Indonesia (BI) mengintervensi agar nilai tukar rupiah terhadap dolar tak terus-menerus melemah. Ia berharap pelemahan Rupiah bisa ditekan hingga di bawah Rp 14.000.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.