Gunung Agung Kembali Erupsi, Bandara Lombok Masih Aman

Angkasa Pura I terus memantau secara berkala status Gunung Agung yang sejak Senin (30/4/2018) lalu menunjukkan aktivitas vulkanik. Saat itu tinggi kolom abu mencapai 1.500 meter di atas puncak kawah.

Rabu, 02 Mei 2018 15:42 WIB

Ilustrasi: Para penumpang di Bandara Internasional Lombok sehari sebelum ditutup akibat erupsi akhir 2017 lalu. (Foto: ANTARA/Ahmad S)

KBR, Mataram - Pengelola Bandara Internasional Lombok (BIL) memastikan telah menyiapkan langkah antisipasi dampak erupsi Gunung Agung Bali terhadap penerbangan.

Kendati tak merinci, General Manager PT Angkasa Pura I, I Gusti Ngurah Ardita mengatakan memantau secara berkala status Gunung Agung yang sejak Senin (30/4/2018) lalu menunjukkan aktivitas vulkanik. Saat itu tinggi kolom abu mencapai 1.500 meter di atas puncak kawah.

Meski begitu, kondisi tersebut dinilai tak terlalu besar sehingga aktivitas penerbangan pun masih berlangsung normal. Tapi Ardita meyakinkan, pelbagai langkah pencegahan sudah disiapkan sejak terjadi erupsi pada akhir 2017 lalu.

"Karena kan sejak awal kejadian yang lalu kami masih memonitor terus perkembangan-perkembangan erupsi Gunung Agung. Karena sampai saat sekarang kan belum dinyatakan berhenti betul," tutur Ardita di Mataram, Rabu (2/5/2018).

Ardita menjelaskan, erupsi Gunung Agung Bali pada awal Mei ini dinilai belum berdampak signifikan terhadap aktivitas penerbangan baik di Bandara Internasional Lombok maupun di Ngurah Rai Bali. 

Baca juga:

Ia pun melanjutkan, aktivitas vulkanik Gunung Agung sejak akhir tahun lalu memang belum bisa berhenti total. Sehingga, kemungkinan erupsi yang berdampak pada kegiatan penerbangan bisa kembali terjadi.

"Artinya kami dari penyelenggara bandara dan kerjasama dengan instansi terkait dalam hal ini BMKG, tetap memonitor perkembanganya." 

Erupsi Gunung Agung yang terjadi akhir 2017 lalu mengakibatkan penerbangan di Bandara Internasional Lombok dan Ngurah Rai Bali sempat terganggu. Saat itu banyak jadwal penerbangan dibatalkan.

Selain itu, erupsi juga mengakibatkan ratusan warga di Karang Asem Bali mengungsi ke Pulau Lombok.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan
Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".