Elpiji 3 Kilogram di Nunukan Tembus Rp50 Ribu

Harga bahan bakar gas elpiji ukuran tiga kilogram di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara melonjak. Di tingkat pengecer, harga per tabungnya tembus Rp50.000.

Minggu, 13 Mei 2018 07:13 WIB

Ilustrasi: Warga tengah membeli dua tabung gas elpiji 3 kilogram di salah satu agen di Nunukan, Kalimantan Utara. (Foto: KBR/Adhima)

KBR, Nunukan - Harga bahan bakar gas elpiji ukuran tiga kilogram di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara melonjak. Di tingkat pengecer, harga per tabungnya tembus Rp50.000.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Nunukan Hasan Basri Mursali mengatakan, kenaikan harga elpiji jelang Ramadan ini terjadi di daerah pedalaman perbatasan. Sementara di daerah perkotaan, harga elpiji bersubsidi ada di kisaran Rp25.000 per tabung.

"Laporan yang saya terima kalau di pengecer bervariasi, Rp25 ribu sampai Rp40 ribu itu di Pulau Nunukan. Kalau di Lumbis sudah sampai Rp50 ribu. Tapi di sana kan subsidi minyak tanah belum dicabut," kata Hasan di Nunukan, Jumat (11/5/2018).

Tapi karena warga di pedalaman Nunukan sudah tak punya alternatif, maka terpaksa membeli elipiji sesuai harga pasaran.

Hasan pun melanjutkan, kenaikan harga ini salah satunya juga disebabkan pasokan yang langka. Kata dia, kiriman elpiji ukuran tiga kilogram dari Kota Tarakan terhambat karena cuaca buruk. Kondisi ini mengakibatkan agen penyalur LPG di Nunukan kesulitan mengambil kuota elpiji.

Baca juga:

Faktor lain penyebab kelangkaan kata dia, ulah sejumlah pengecer yang mempermainkan harga. Meski ia mengklaim, Dinas Perdagangan sudah memperketat pengawasan di tingkat agen dengan aturan pembelian maksimal 2 tabung gas.

"Tapi mereka modusnya itu bawa anak kecil, mereka antri di semua pangkalan. Kan dia tahu semua tempat pangkalan. Ada sekitar 38 pangkalan di sini. Kalau mereka datangi satu per satu dengan 2 tabung gas, itu sudah 60 tabung bias didapat. Apalagi kalau dengan anaknya," imbuh Hasan Basri.

Menurut dinas perdagangan setempat, Kabupaten Nunukan mendapat jatah kuota elpiji 3 kilogram sebanyak 46.420 tabung untuk tiga agen. Ketiganya diwajibkan mengambil kuota setiap pekannya. Namun karena cuaca dan gelombang laut sedang buruk maka agen pun kesulitan mengambil jatah elpiji di Tarakan.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Puasa kali ini bertepatan dengan masa kampanye pilkada 2018