Cara Mentan Tingkatkan Serapan Gabah Petani

Kementerian Pertanian bakal menggelontorkan dana Rp1 triliun untuk pembelian 1.000 alat pengering pasca panen atau dryer untuk petani

Rabu, 09 Mei 2018 20:50 WIB

Menteri Pertanian Amran Sulaiman (kiri) berbincang dengan Dirut Perum BULOG Budi Waseso saat rapat koordinasi percepatan Serap Gabah Petani di kantor pusat BULOG, Jakarta, Rabu (9/5). (Foto: ANTARA/ Sigid K)

KBR, Jakarta - Kementerian Pertanian bakal menggelontorkan dana Rp1 triliun untuk pembelian 1.000 alat pengering pasca panen atau dryer untuk petani.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman, anggaran itu untuk membeli alat pengering pasca panen (dryer) yang nantinya dibagikan gratis ke petani di pelbagai daerah penghasil beras. Kata dia, kementeriannya kerap menerima banyak keluhan dari petani mengenai rendahnya harga gabah akibat kadar air yang tinggi.

"Kami menyerap beras atas permintaan Bapak Presiden karena permintaan petani Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sulsel, Lampung dan Sumatera, minta dryers," jelas Amran kepada wartawan, Rabu (9/5/2018).

Karena itu, ia menambahkan, anggaran pembelian alat pengering gabah pun diperbesar. Kementan lantas memangkas alokasi anggaran lain demi pengadaan dryers tersebut.

"Ini kami revisi anggaran Rp1 triliun membeli dryers 1.000 unit. Kapasitasnya 10-20 ton artinya ini bisa memenuhi kapasitas per harinya 10.000 ton sampai 15.000 ton. Artinya apa? Nanti tidak ada lagi keluhan kadar air gabah tinggi."

Sebelumnya, kata Amran, petani mengeluhkan tingginya kadar air dalam gabah mempengaruhi berat kiloan. Alhasil kualitas gabah pun tak sesuai standar dan menyebabkan harga turun.

Baca juga:

Amran melanjutkan, pembagian alat pengering atau dryers itu juga dimaksudkan memangkas rantai penjualan. Sehingga menurutnya, runutan penjualan yang semula terdiri atas lima tahapan mulai dari petani, penggiling hingga pembeli bisa jadi kian ringkas.

"Kelompok tani mengelola dryers ini dengan Bulog, nanti rantai pasok sudah terpotong. Biasanya rantai gabah sampai Bulog itu 5 kali pindah. Nantinya jadi 2-3 step," tutur Amran.

Dengan proses pengeringan gabah mandiri itu, petani bisa langsung menjual hasil panen. Sehingga, kata Amran, harga jual pun kian stabil lantaran petani hanya perlu melewati dua sampai tiga tahapan.

"Artinya harga gabah ditingkat petani meningkat, tapi Bulog menerima harga di bawah Rp8 ribu karena di bawah HET. Artinya Bulog bisa untuk menjual lebih rendah, jadi kita bisa menaikan harga petani dan pengusaha untung, stok bulog aman," pungkas Amran.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menggelar rapat koordinasi bersama Bulog dan TNI terkait percepatan serapan gabah petani (Sergap) 2018, Rabu (9/5/2018).

Dikutip dari laman Bulog, hingga 8 Mei ini realisasi penyerapan beras dalam negeri sebanyak 678.238 ton dari target 2,2 juta ton hingga Juni 2018--pada musim panen raya. Sedangkan tahun lalu, Bulog hanya mampu menyerap 2,2 juta ton beras dari target 3,7 juta ton. 

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sedang melaksanakan Program Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai (PRKC). Program ini sudah dimulai sejak Desember 2016 hingga saat ini.