Bertoleransi Secara Nyata

Pengurus MUI dan Muhammadiyah ini juga pelopor pembangunan sekolah Muhammadiyah - sebuah sekolah Islam yang mayoritas muridnya beragama Katolik.

Senin, 28 Mei 2018 10:30 WIB

Ilustrasi: Toleransi

Ilustrasi: Toleransi

Pluralisme dalam aksi. Inilah kunci kemenangan Abdul Rosyid Wahab di Maarif Award 2018. Penghargaan dari Maarif Institute ini ditujukan bagi tokoh atau lembaga yang berkomitmen pada toleransi; yang tak sebatas kata-kata, tapi terwujud nyata.

Abdul Rosyid Wahab adalah tokoh Islam di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Ketika ada ketegangan antara Islam dan Kristen pada 1995, Rosyid pegang peranan penting untuk mencegah konflik. Api dalam sekam tak jadi membakar dan berhasil dipadamkan. Pengurus MUI dan Muhammadiyah ini juga pelopor pembangunan sekolah Muhammadiyah - sebuah sekolah Islam yang mayoritas muridnya beragama Katolik.

Tak perlu jadi tokoh agama untuk mewujudkan pluralisme dalam aksi. Di Jakarta ada Wisata Bhinneka, yang mengajak peserta tur untuk berkunjung ke berbagai rumah ibadah. Kalau di bangku sekolah, kita sebatas menghafal nama-nama tempat ibadah, maka di sini kita bisa masuk ke tempat ibadah, melihat langsung dan berkenalan dengan pemeluk agama lain. Atau rombongan Peace Train Indonesia yang sudah keliling berbagai kota. Mereka mengajak anak muda mengunjungi komunitas agama, penggerak perdamaian, rumah ibadah serta tokoh penggerak toleransi di berbagai daerah.

Survei Varkey Foundation tahun lalu menyebut Generasi Z Indonesia menganggap komitmen terhadap agama sangat penting. Mereka ini anak muda yang lahir dan besar di era digital. Sementara kita tahu, di dunia digital menyelinap ide-ide radikal di banyak ruang gelap. Karena itu penting untuk menghadirkan pengalaman nyata soal toleransi yang melampaui selembar kertas atau layar gawai. Lewat pengalaman, jembatan antarperbedaan dibangun untuk memperkuat pondasi keberagaman kita.

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang