Wakapolri: Satu Polisi Tewas Akibat Ledakan Bom Bunuh Diri di Kampung Melayu

Ledakan bom ini mengakibatkan 2 orang tewas, termasuk satu anggota Polisi bernama I Gede Topan. Sedangkan 4 korban lainnya mengalami luka-luka.

Rabu, 24 Mei 2017 23:43 WIB

Wakapolri Syafruddin meninjau lokasi ledakan bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur. Foto: Rafik

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta - Wakil Kepala Kepolisian Indonesia, Syafruddin menyatakan bahwa ledakan yang terjadi di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur diduga bom bunuh diri.

"Sementara pelaku satu orang. Sedang diidentifikasi. Jadi belum bisa dipastikan siapa orangnya," ujar Wakapolri Syafruddin kepada KBR di lokasi ledakan, Rabu, 24 Mei 2017.

Ledakan bom ini mengakibatkan 2 orang tewas, termasuk satu anggota Polisi bernama I Gede Topan. Sedangkan, 1 korban tewas lain diduga pelaku bom bunuh diri.

"Korban 6 orang. Satu pelaku, 5 anggota Polri. Anggota Polri tersebut sedang melaksanakan tugas pengamanan sekelompok masyarakat yang sedang berpawai. Dilaporkan satu anggota Polisi meninggal dunia," jelasnya.

Saat ini, Kepolisian tengah melakukan olah TKP dan melakukan identifikasi korban yang diduga sebagai pelaku tunggal bom bunuh diri. Wakapolri meminta masyarakat agar berhati-hati. "Oleh karena itu, hati-hati. Keterangan ini sementara. Kadiv Humas akan menyampaikan perkembanganya," pungkasnya.  (dmr)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Korupsi Alat Kesehatan, Ratu Atut Divonis 5,5 tahun penjara

  • Korupsi E-KTP, Jaksa Apresiasi Hakim Akui Peran Setnov
  • Pansel Klarifikasi Temuan Masyarakat Kepada Calon Komisioner Komnas HAM
  • Polisi: Tidak Ada Gejolak Sosial Pasca Pembubaran HTI di Solo

Mari dukung penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional, dengan BPJS, dengan gotong royong semua tertolong.