Tak Dapat Izin Terbang, Ajudan Bupati Nabire Pukul Petugas

"Ini sudah masuk katergori pidana, khususnya dilakukan kepada pejabat negara yang tengah bertugas,"

Rabu, 17 Mei 2017 13:15 WIB

Ilustrasi (sumber: Airnav)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Manajeman Air Navigation Indonesia (Airnav)  akan membawa kasus pemukulan yang dilakukan ajudan Bupati Nabire, Papua kepada dua petugasnya kepada kepolisian. Sekretaris  Airnav Indonesia Didiet KS Radityo mengatakan hari ini Airnav Nabire akan bertemu dengan Pemerintah Kabupaten Nabire untuk mendudukan persoalan tersebut.

Kata dia, petugasnya sudah menjalankan prosedur penerbangan dengan benar. Yakni menginformasikan kondisi cuaca buruk saat itu. Airnav pun menyarankan pesawat rombongan Bupati menunda penerbangan.

"Sementara kami bikin kronologis lebih detail dan mendapatkan visum dari dokter. Kami akan bicarakan dulu dengan pemerintah setempat, dan diharapkan bisa selesaikan dengan musyawarah dengan pemerintah setempat," ungkapnya kepada KBR, Rabu (17/05).

"Ainav Indonesia akan melakukan proses sesuai perundang-undangan yang berlaku. Karena ini sudah masuk kategori pidana, khususnya dilakukan kepada pejabat negara yang tengah bertugas," tambahnya.

Peristiwa pemukulan terjadi Selasa (16/5) pukul 15.00 WIT. Perusahaan penerbangan carteran Heavilift  mengajukan  rencana penerbangan  kepada Airnav. Pesawat tersebut saat itu disewa rombongan dari Bupati Nabire Isaias Duow.

Namun jelang keberangkatan, Heavilift meminta perpanjangan waktu pengoperasion bandara sampai dengan pukul 18.00 WIT. Namun otoritas  tidak berani menyetujui  karena ada informasi bahwa cuaca ke arah tenggara buruk.

Rombongan Bupati Isaias tidak terima. Rombongan bupati ini kemudian mendatangi kantor Briefing Office Airnav Indonesia bandara Nabire dan meminta penjelasan. Karena tak terima penjelasan Airnav, ajudan Bupati  memukul petugas bernama Hardianto serta seorang karyawan magang Airnav.

"Staf kami yang ada di bandara sudah menyampaikan itu. Tapi memang komunikasi atau alasan apa belum diterima sepenuhnya oleh rombongan Bupati, sehingga terjadi pemukulan itu oleh ajudan bupati, bukan bupatinya," ujarnya. 

Hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari Bupati Nabire maupun ajudannya.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI
  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi

Jokowi Tanggapi Komentar Prabowo Soal Ambang Batas 20 Persen

  • Dampak Kenaikan Gaji Tak Kena Pajak Mulai Dorong Konsumsi Masyarakat
  • Pemerintah Dinaikkan Harga Pokok Beras
  • Pemkab Bondowoso Bayar Wartawan Minimal Rp200 Ribu per Berita

Fasilitas KITE IKM diharapkan menjadi jawaban untuk mendorong industri kecil dan menengah untuk terus bergeliat meningkatkan ekspor di tanah air.