Surplus, Kalbar Siap Ekspor Beras ke Malaysia

Salah satu daerah yang disiapkan ekspor beras adalah Sambas.

Jumat, 12 Mei 2017 17:45 WIB

Ilustrasi: aktivitas bongkar muat beras di pelabuhan (Foto: Antara)


KBR, Pontianak- Pemerintah provinsi Kalimantan Barat tengah memetakan dan mengkaji daerah di wilayahnya yang akan menjadi pengekspor beras ke negara tetangga, Malaysia. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kalimantan Barat Hazairin, Jumat (12/05) mengatakan peluang ekspor itu sudah terbuka, menyusul adanya permintaan dari negeri jiran tersebut.

Ujarnya sejumlah daerah di perbatasan yang produksi berasnya sudah surplus, bisa direkomendasikan untuk mengekspor beras ke negeri jiran, seperti Kabupaten Sambas.

"Karena Sambas kan sentra padi kita, dia (daerah itu-red) sudah surplus hampir 80 ribu ton beras. Yang kedua dengan dibukanya PLBN (Pos Lintas Batas Negara-red) Aruk, ini juga bisa dimanfaatkan. Apalagi pihak Malaysia sudah membuka peluang. Namun memang mereka juga akan melihat lahannya, ketercukupannya," ungkap Hazairin.

Dikatakan Hazairin, pemrov masih menunggu proses administrasi dan kebijakan lainnya dari pemerintah pusat, sehingga daerah itu bisa langsung mengekspor berasnya ke Malaysia. "Nantilah kita tunggu keputusan dari pemerintah pusat, bagaimana kedepannya," tambahnya.

Hazairin melanjutkan, selain Kabupaten Sambas, Kalbar juga memiliki daerah penghasil beras lainnya yang kualitasnya cukup baik, antara lain Kabupaten Bengkayang dan Kapuas Hulu yang terkenal dengan beras raja uncak, beras merah dan beras hitam.

Dia menjelaskan produksi beras di Kalbar, sudah surplus sebesar 200 ribu ton, sehingga tidak menjadi masalah jika beras lokal di ekspor ke negara lain. Dia mengakui dengan teknologi hazton dan gairah bertani yang cukup tinggi saat ini, ditambah dengan adanya pasar di negara lain yang siap menampung, Kalbar bisa kembali swasembada beras, bahkan meningkatkan perekonomian petani. 

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!