Solidaritas untuk Ahok, Warga Jayapura Gelar Aksi 1000 Lilin

"Kami ingin malam ini kita akan menyalakan 1000 lilin, sebagai tanda solidaritas kita kepada Ahok yang telah ditahan dan dipenjarakan membela kebenaran."

Rabu, 10 Mei 2017 19:29 WIB

Aksi warga Jayapura, Papua 1000 lilin untuk Ahok. (Foto: KBR/Khatarina L.)


KBR, Jayapura- Warga Kota Jayapura, ibukota Provinsi Papua memenuhi Taman Imbi.  Secara bergantian, warga spontanitas menyalakan lilin, sebagai rasa solidaritas untuk penahanan Gubernur Jakarta nonktif Basuki Tjahja Purnama alias Ahok yang saat ini mendekam di penjara Mako Brimob Kelapa Dua.

Salah satu warga Kota Jayapura, TH Pasaribu menyebutkan warga mulai berkumpul di Taman Imbi sejak pukul 18.00 WIT. Kebanyakan warga yang datang mengetahui ada aksi 1000 lilin dari media sosial facebook atau grup whatsapp dan akhirnya berkumpul bersama untuk aksi 1000 lilin hingga malam ini.

"Kami ini adalah warga Kota Jayapura, yang cinta damai, antikekerasan dan antiradikalisme. Kami datang ke sini dengan membawa lilin. Kami ingin malam ini kita akan menyalakan 1000 lilin, sebagai tanda solidaritas kita kepada Ahok yang telah ditahan dan dipenjarakan membela kebenaran. Kita dari Papua juga ingin membela kebenaran," katanya saat ditemui bersama ratusan warga dalam aksi 1000 lilin di Taman Imbi Kota Jayapura, Rabu malam (10/05).

Dalam aksinya, warga juga menuliskan pesan-pesan dukungan  untuk Ahok atupun untuk keadilan di Indonesia. Beberapa tulisan diantaranya #saveahok, ada juga tulisan "Belasungkawa untuk Keadilan di Indonesia" kemudian ada juga tulisan #BebaskanAhok.

Penahanan

Budayawan  Goenawan Muhamad ikut menyuarakan keberatannya mengenai penahanan Ahok. Menurut dia   hukuman yang dijatuhkan bukan soal agama.

"Pasti politik, kalau Ahok tidak mencalokan diri lagi sebagai Gubernur pasti tidak akan terjadi seperti ini. Berarti memang mau rebutan jadi Gubernur. Jangan pura-pura ini politik jangan pura-pura ini Agama, munafik,"ujar GM biasa ia disapa saat ditemui di aksi dukungan untuk Ahok di Mako Brimob, kepada wartawan, Rabu, (05/10).

Budayawan Goenawan Mohamad (Foto: KBR/Dwi R.)


GM mengatakan bahwa ia hadir bersuara atas nama masyarakat Indonesia tanpa membawa profesi atau pun jabatan. Ia mengatakan ingin membangkitkan kesadaran publik yang datang maupun yang berada di sekitar untuk berani menyuarakan pendapat demi memperbaiki keadaan. Dia mengatakan aksi ini bukan untuk melindungi Ahok karena semua orang bisa dituntut dengan Undang-undang Penistaan Agama.

"Ini undang-undang yang diterapkan oleh orde baru untuk membungkam pemikiran dan pendapat. Seharusnya undang-undang tersebut dicabut," ujar GM.

Ia juga mengatakan jika banding tidak dipenuhi ia dan masyarakat lainnya akan terus melakukan aksi dengan damai, sekalipun tetap diabaikan.

"Banding itu adalah usaha, kalau tetap 2 tahun ya sudah. Tapi bukan itu permasalahannya, tapi rasa keadilan yang diabaikan. Mentang-mentang dia Kristen, dia Tionghoa, dulu Arswendo juga diperlakukan begitu." Ujar GM.

Hingga Rabu malam  warga  terus berdatangan ke Mako Brimob, Depok. Mereka memberikan dukungan pada Ahok.

Editor: Rony Sitanggang 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!