Selama 10 Tahun, Seribu Perawat di Aceh Utara Masih Berstatus Sukarela

Nas Bahrum mengatakan situasi tanpa gaji dan status sukarela itu menyebabkan kondisi perawat memprihatinkan, terutama untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Senin, 15 Mei 2017 17:10 WIB

Ilustrasi. Sejumlah perawat menghibur pasien di sebuah rumah sakit di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (13/5/2017). Setiap 12 Mei diperingati sebagai Hari Perawat Internasional. (Foto: ANTARA)


KBR, Lhokseumawe – Sedikitnya 1.061 orang perawat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh masih berstatus bakti sukarela. Padahal, rata-rata mereka sudah bekerja selama 10 tahun tanpa gaji.

Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Aceh Utara, Nas Bahrum Walidin mengatakan status mereka masih bermasalah karena terbatasnya keuangan pemerintah daerah.

Nas Bahrum mengatakan situasi tanpa gaji dan status sukarela itu menyebabkan kondisi perawat memprihatinkan, terutama untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Kami berharap Pemda secara berangsur-angsur bisa mengangkat perawat ini menjadi tenaga kontrak, dengan mengutamakan terlebih dahulu yang sudah lama mengabdi. Rata-rata ada yang lebih 10 tahun masa baktinya, namun belum juga mendapat penghargaan dari pemerintah," kata Nas Bahrum kepada KBR, Senin (15/5/2017).

Nas Bahrum mendesak pemerintah Kabupaten Aceh Utara segera memberikan penghargaan atau upah yang layak kepada perawat bakti sukarela secara bertahap, sesuai kemampuan daerah.

Ia mengatakan perawat merupakan tenaga medis yang berperan langsung dengan masyarakat, khususnya pasien di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) maupun rumah sakit.

"Kami nggak pernah mendengar ada perawat Pegawai Tidak Tetap (PTT). Yang ada adalah bidan PTT. Padahal perawat sangat besar perannya, memberi kontribusi dalam pelayanan pasien di rumah sakit maupun puskesmas," kata Nas Bahrum.

Dewan Perawat Internasional (ICN) menetapkan setiap 12 Mei sebagai Hari Perawat Internasional.
 


Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Demi Kesetaraan, Kemenhub Berkeras Batasi Tarif Taksi Online

  • Kasus Hakim Praperadilan Setnov Segera Masuk Sidang Panel KY
  • Kasus Pribumi, Polri Masih Kaji Laporan terhadap Anies Baswedan
  • Pernikahan Usia Anak di NTB Masih Tinggi