Ratusan Napi Kabur, Menteri Yasonna Copot dan Pecat Pejabatnya

"Biasanya kita hanya berhentikan atau turunkan pangkat, tapi karena ini sangat berat, kita lakukan pemecatan."

Senin, 08 Mei 2017 19:39 WIB

Petugas Brimob Polda Riau bersenjata lengkap dibantu warga berjaga di Rumah Tahanan Sialang Bungkuk Kelas IIB, Pekanbaru, Riau, Jumat (5/5). (Foto: Antara)


KBR, Jakarta- Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Yasona Laoly mencopot Ferdinan Siagian sebagai Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Hukum dan HAM (Kumham) Riau. Pencopotan ini buntut dari kaburnya ratusan tahanan di Rutan Kelas IIB Sialang Bungkuk, Jumat pekan lalu. Sebagai gantinya, bekas Kakanwil Kumham Bengkulu, I Dewa Putu Gede dipindahkan ke Riau.

Yasona menjelaskan, selain pencopotan kepala wilayah, Kemenkum HAM juga memberhentikan status PNS Kepala Rutan dan Kepala Keamanan Rutan Sialang Bungkuk secara tidak hormat. 

"Kita mau kasih pesan ke semuanya bahwa kita serius. Biasanya kita hanya berhentikan atau turunkan pangkat, tapi karena ini sangat berat, kita lakukan pemecatan," katanya saat memberikan keterangan pers di kantornya, Senin (17/05/08).

Yasona menambahkan, selain  itu juga ada enam orang penjaga rutan yang diturunkan pangkatnya, karena terbukti melakukan tindakan pungli, kekerasan dan pemerasan terhadap warga binaan. Keenam orang itu, kata Yasona, tidak akan diberikan kenaikkan pangkat selama 3 tahun.

"Untuk 6 orang ini terbukti ada pemerasan, pungli dan penganiayaan. Itu berdasarkan hasil aduan langsung penghuni Rutan kepada saya dan juga tim yang telah saya utus sebelum saya datang ke lokasi," jelasnya.

Sebagai antisipasi, lanjut Yasona, pengamanan di lokasi diperketat agar tidak terjadi hal serupa. Dan dari data terakhir, saat ini sudah 297 tahanan yang tertangkap kembali dari 448 yang melarikan diri.

"Itu data per pukul 13.00 wib. Sisanya kita masih lanjutkan pencarian dengan aparat," pungkasnya.


Editor: Rony Sitanggang
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.