Punya Jagoan Lain, Wali Kota Solo Emoh Maju Pilgub Jateng 2018

"Saya sudah cukup 15 tahun mengabdi di Solo selama tiga periode. Itu sudah luar biasa bagi saya," kata Rudyatmo.

Senin, 08 Mei 2017 15:49 WIB

Wali Kota Solo Hadi Rudyatmo saat mendampingi Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Solo, Jawa Tengah, Senin (8/5/2017). (Foto: ANTARA)


KBR, Solo - Wali Kota Solo, Jawa Tengah, FX Hadi Rudyatmo menolak maju atau dicalonkan sebagai calon kepala daerah pada pemilihan gubernur Jawa Tengah 2018 mendatang.

Rudy mengatakan ia lebih mendukung pasangan petahana Ganjar Pranowo dan Heru Sudjatmoko untuk meneruskan jabatan gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah pada periode kedua.

"Walaupun pakai hompimpah pun saya emoh, tidak mau maju. Saya mencalonkan Ganjar dan Heru maju lagi di Pilgub Jateng mendatang. Biar keduanya menyelesaikan tugasnya," kata Hadi Rudyatmo di Solo, Senin (8/5/2017).

Nama Rudyatmo sempatmencuat dalam sejumlah diskusi di Solo dan sekitarnya, terkait bakal calon yang akan diusung partai politik pada pemilihan gubernur Jawa Tengah berikutnya. Rudy masuk dalam sejumlah daftar nominasi calon wakil gubernur.

Saat ini partai-partai politik di Jawa Tengah juga masih melakukan survei untuk menjaring bakal calon yang maju dalam Pilkada yang dijadwalkan digelar Juni 2018.

"Bagaimana kalau dicalonkan?" tanya wartawan.

"Sudah, saya sudah cukup 15 tahun mengabdi di Solo selama tiga periode. Itu sudah luar biasa bagi saya. Belum lagi pengabdian saya di PDI Perjuangan selama 40 tahun, itu juga luar biasa bagi saya," jawab Rudy.

Sejauh ini sejumlah partai politik sudah mulai menyebut nama-nama yang kemungkinan bakal diusung dalam Pilkada Jawa Tengah 2018. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai menyebut nama Marwan Jafar, bekas Menteri Desa di era pemerintahan Joko Widodo sebagai calon kuat mereka.

PAN membidik bekas Menteri ESDM Sudirman Said. Selain Sudirman, PAN juga membidik nama Marwan Djafar dalam radar kandidat potensial.

Di sisi lain, PDIP masih gamang mencalonkan Ganjar Pranowo, karena DPC PDIP Kudus mengusung Mustofa  yang kini menjabat Bupati Kudus. Partai Gerindra Jawa tengah membidik ketuanya, Abdul Wachid, untuk maju dalam Pilkada Jateng ini.

Berdasarkan peraturan KPU, syarat partai yang ingin mengusung calon gubernur adalah minimal memiliki jumlah perolehan kursi di DPRD di daerah pilkada sebanyak 20 persen, atau memiliki 25 persen dari akumulasi suara sah dalam pemilihan legislatif terakhir.

Total kursi DPRD Jateng berjumlah 100 kursi. Dengan begitu, partai politik minimal memiliki 20 kursi untuk mengusung calon sendiri.

PDIP merupakan satu-satunya partai yang berhak mengusung calon sendiri, karena memiliki kursi terbanyak: 31 kursi.

PKB menjadi partai kedua dengan perolehan 13 kursi di DPRD Jawa Tengah. Gerindra mempunyai 11 kursi, PKS dan Golkar punya masing-masing 10 kursi dan Partai Demokrat 9 kursi. Sementara itu PAN dan PPP punya delapan kursi. Partai-partai di luar PDIP harus berkoalisi agar bisa mengajukan calon di Pilgub Jawa Tengah.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.