Presiden Jokowi Trabas Jalan Trans Papua

Ada pelbagai hambatan dalam proyek pembangunan infrastruktur di Papua, antara lain tanah rawa sedalam 1 - 1,5 meter

Rabu, 10 Mei 2017 20:45 WIB

Presiden Jokowi tinjau proyek jalan Trans Papua menggunakan motor trail, Rabu 10 Mei 2017. Foto: Biro Pers

KBR, Papua - Presiden Jokowi meninjau langsung pembangunan jalan Trans Papua ruas Wamena-Mamugu 1 pada Rabu, 10 Mei 2017. Tinjauan ini didampingi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono.

Dalam kunjungan ini, Presiden mengendarai motor trail saat menyusuri jalan sepanjang 7 kilometer. "Kalau naik trail kelihatan jelas kesulitannya. Itu baru naik, coba bayangkan yang membangun. Kita ini kan coba melihat di lapangan," kata Presiden dalam siaran pers yang KBR terima.

Ada pelbagai hambatan dalam proyek pembangunan infrastruktur di Papua, antara lain tanah rawa sedalam 1 - 1,5 meter. Menurut Presiden, keterlibatan TNI dalam proyek  di ketinggian sekitar 3.200 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini sangat penting.

"Ini awalnya dikerjakan oleh TNI dulu. Saya tadi dengan Panglima lihat kesulitannya seperti apa. Kemudian setelah terbuka, baru Kementerian Pekerjaan Umum masuk untuk mengaspal apa yang telah dikerjakan oleh TNI. Saya kira kalau duet ini dilakukan terus, maka pembangunan infrastruktur di Papua akan lebih cepat," kata Presiden.

Ruas jalan yang disusuri Presiden kali ini merupakan salah satu ruas dari sekitar 4.300 kilometer Trans Papua yang sedang dalam proses pembangunan. Sepanjang 3.800 kilometer sudah berhasil dibuka oleh TNI dan diharapkan pada 2019 nanti seluruh ruas jalan sudah terbuka dan dapat dilalui.

"Ini tadi kita berjalan di ruas dari Wamena menuju ke Kenyam sepanjang 287 kilometer. Memang yang teraspal baru 37 kilometer, tetapi ini akan terus dikerjakan," ungkapnya.

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!