Polisi Geledah Tiga Lokasi di Jawa Barat Terkait Bom Kampung Melayu

Kapolda Metro Jaya M Iriawan membantah kabar yang beredar di media sosial bahwa salah seorang pelaku merupakan bekas anggota kepolisian yang dipecat.

Kamis, 25 Mei 2017 16:11 WIB

Anggota Polda Jawa Barat menggeledah rumah kontrakan INS di Jl Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/5/2017). INS merupakan terduga pelaku bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur pada Rabu (24/5/2017). (Foto: K


KBR, Bandung - Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jawa Barat) menggeledah sejumlah tempat di Jawa Barat yang dianggap memiliki keterkaitan dengan dua orang terduga pelaku bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Penggeledahan antara lain dilakukan terhadap sebuah rumah kontrakan di Jl Cibangkong, Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Bandung. Rumah ini dihuni INS, salah seorang terduga pelaku bom bunuh diri.

Penggeledahan dilakukan Kamis (25/5/2017) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Polda Jawa Barat bersama Detasemen Khusus Antiteror menemukan sebilah sangkur dan sejumlah barang lain.

Salah seorang perwira polisi Jawa Barat, Surono mengatakan penggeledahan rumah kontrakan itu dilakukan setelah Densus Antiteror 88 dan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) membawa istri dan dua anak INS.

"Saya hanya mendampingi saja karena keluarga yang bersangkutan di bawa oleh Densus. Pemeriksaan identifikasi dari Polda Jabar kemudian Polres," kata Surono di lokasi penggedahan rumah kontrakan, Kamis (25/5/2017).

Surono mengatakan seluruh keluarga INS dibawa Densus Antiteror untuk pemeriksaa DNA.

Selain sangkur, Polda Jawa Barat juga memeriksa sejumlah dokumen berupa surat-surat, buku nikah, satu ransel Korea, satu ransel bermotif loreng, sepasang sepatu tentara, kompas, badik, keling pemukul dan dua buah telepon genggam.

Ketua RW 07 Kelurahan Cibangkong, Dedi Darsono mengatakan INS telah tinggal di rumah kontrakan itu lebih dari dua tahun. Dedi mengatakan INS merupakan warga asli daerah tersebut.

"Kakak INS, Iman juga ikut dibawa Densus tadi," kata Dedi.

Tak hanya di Kota Bandung, penelusuran terhadap terduga pelaku bom bunuh diri juga mengarahkan aparat kepolisian hingga Kampung Ciraji, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cipongkor.

Densus 88 Anti Teror bersama Kepolisian Cimahi dan Polsek Sindangkerta menelusuri wilayah itu berdasarkan petunjuk alamat dari barang bukti berupa kartu tanda penduduk (KTP) atas nama Ahmad Sukri. KTP itu ditemukan di lokasi bom bunuh diri di Kampung Melayu.

Informasi yang dihimpun KBR dari Jawa Barat, berdasarkan penelusuran itu Ahmad Sukri merupakan warga Kampung Ciraji, sesuai pengakuan dari orang tuanya.

Informasi terkahir yang diperoleh dari kepolisian disebutkan pula, daerah lain yang sedang dilakukan penggeledahan yaitu di kawasan Jamika Bandung.



Baca juga:


Identitas dua terduga pelaku

Sehari setelah kejadian ledakan bom di Kampung Melayu, Markas Besar Kepolisian (Mabes Polri) sudah mengantongi identitas dua orang terduga pelaku yang turut tewas dalam peristiwa itu.

Kapolda Metro Jaya Iriawan mengatakan dua orang itu berjenis kelamin laki-laki. Saat ini kepolisian tengah mengumpulkan sampel DNA keluarga untuk dicocokkan dengan DNA jenazah.

"Kita sudah tahu nama perorangan. Tapi belum bisa jelaskan lebih detil karena harus dicek DNA-nya dulu. Inisial AS dan I," kata Iriawan di Rumah Sakit Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (25/5/2017).

Iriawan membantah kabar yang beredar di media sosial bahwa salah seorang pelaku merupakan bekas anggota kepolisian. Kabar itu menyebut pelaku merupakan bekas anggota kepolisian yang dipecat.

Terkait teror bom yang kerap mengincar institusi Polri, Iriawan mengatakan kepolisian sudah memiliki prosedur keamanan. Namun, ia mengaku sulit memastikan keamanan seratus persen karena teror terjadi secara acak.

"Kami siapkan keamanan. Baik secara komando. Dari kantor kepolisian daerah sampai Polsek. Tapi enggak mungkin hari per hari kita lakukan," kata Iriawan.

Hingga saat ini pihak forensik RS Polri masih mengidentifikasi jenazah. Pihak forensik mengaku kesulitan mengidentifikasi salah satunya karena jenazah tidak dalam keadaan utuh.

Baca juga:



Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

HMPI Laporkan Pelanggaran Etik Setnov Kepada MKD

  • Sidang Korupsik E-KTP, Anas Akui Bertemu Setnov
  • DPR Desak Proses Penggantian Panglima Mulai Dilakukan
  • Tak Dapat Gas, Pupuk Iskanda Muda Berhenti Operasi

Guna mengembangkan dan mengapresiasi Organisasi Kepemudaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan "Pemilihan Organisasi Kepemudaan Berprestasi 2017"