Persekusi, AJI Desak Polisi Tindak Tegas Pelaku

"Sangat mengerikan adalah karena bentuknya intimidasi, teror, dan pemaksaan kehendak yang membuat orang tidak lagi bisa menyuarakan apa yang menjadi aspirasinya."

Senin, 29 Mei 2017 13:36 WIB

Ilustrasi

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mendesak kepolisian menindak tegas aksi intimidasi terhadap pengguna media sosial yang dituduh menjelek-jelekkan Pemimpin FPI Rizieq Syihab. Ketua AJI Indonesia, Suwarjono mengatakan, bila dibiarkan aksi semacam ini bakal semakin meluas lantaran upaya intimidasi itu dilakukan dengan cara yang terstruktur dan terencana.

"Hal ini sudah mengancam hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Bahkan yang sangat mengerikan adalah karena bentuknya intimidasi, teror, dan pemaksaan kehendak yang membuat orang tidak lagi bisa menyuarakan apa yang menjadi aspirasinya. Ini tidak bisa dibiarkan. Korban intimidasi ini terus berjatuhan karena memang ada gerakan yang dilakukan secara masif," katanya.

Saat ini kata Suwarjono, data dari Safenet menyebutkan, setidaknya sudah ada 48 individu yang terancan diburu, diteror, dan dibungkam dengan menggunakan pola-pola kekerasan. Hal tersebut kata dia, mengancam kebebasan berekspresi yang dijamin oleh Undang-undang.

"Apabila tidak setuju dengan pendapat orang, balas juga dengan pendapat. Seharusnya itu yang dilakukan. Sehingga ruang demokrasi menjadi lebih hidup. Bukan dengan cara melakukan teror terhadap orang yang berbeda pendapat," ujarnya.

Selain itu, AJI juga mengkritik sikap aparat kepolisian di beberapa daerah yang seolah membiarkan teror dan intimidasi atas kebebasan berekspresi.

"Bahkan kepolisian kerap memfasilitasi ancaman pidana dengan UU Informasi dan Transaksi Elektronik atas status media sosial warga," kata Suwarjono.   

Sementara itu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan menyelidiki lebih lanjut kasus yang menimpa Dokter Fiera Lovita, terkait status yang ia tulis dalam akun facebook pribadi miliknya. Kata Anggota Komnas HAM, Muhammad Nurkhoiron  akan segera memanggil korban persekusi itu untuk dimintai keterangan lebih jelas.

"Kami akan lakukan klarifikasi dahulu terkait soal kasusnya yang viral itu. Bener atau tidak? Otentik atau tidak? Kita juga harus bersifat imparsial selain memanggil pelapor, yang terlapor juga harus kita panggil misal pihak kepolisian atau FPI nya harus kita mintai keterangan," ujar Muhammad Nurkhoiron, Senin, (05/29).

Ia mengatakan bahwa pada siang hari ini akan diadakan pertemuan bersama komisioner lain untuk membicarakan hal tersebut. Ia juga mengatakan bahwa secepatnya akan segera memanggil Fiera untuk menyelesaikan kasus itu, ia mengatakan tindakan cepat ini dilakukan agar tidak ada lagi korban seperti Fiera.

"Kami bicarakan dengan komisioner lain, pemanggilan bisa dilakukan besok, lusa pokoknya secepatnya," ujar Nurkhoiron

Dia mengatakan baru menerima info terkait kasus itu pada kemarin sore. Nurkhoiron   mengatakan   yang melaporkan kasus tersebut ke Komnas HAM adalah temannya bukan Fiera.

Dokter di Solok, Sumatera Barat itu menerima ancaman setelah memajang status di media sosial yang dianggap menyudutkan petinggi FPI. Padahal dalam statusnya Fiera tidak menyebut nama atau organisasi manapun.


Editor: Rony Sitanggang

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Polisi Buru Penyebar Hoaks Gunung Agung Meletus

  • Frekwensi Kegempaan Gunung Agung Meningkat
  • Anak-anak Pengungsi Gunung Agung Mulai Belajar di Sekolah Terdekat
  • Pansus Angket KPK Akan Sampaikan Laporan Sementara Besok