Penyidik Kehutanan Samarinda Duga Perburuan Gajah Marak di Malaysia

Pemburu gajah liar di Malaysia memanfaatkan tradisi gading gajah untuk mahar perkawian di NTT

Selasa, 16 Mei 2017 12:23 WIB

Gading gajah yang berhasil disita Bea Cukai Nunukan pada Sabtu (13/05). Rencananya 4 buah gading gajah tersebut akan dibawa ke Flores untuk mahar pernikahan. (Foto: Adhima Soekotjo/KBR)


KBR, Nunukan- Penyidik Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Samarinda Sucipto menduga adanya perburuan gajah liar di Malaysia. Itu terkait penangkapan TKI yang membawa 4 gading asal negeri jiran tersebut. Sucipto mengatakan berdasar pengakuan pelaku, mereka membeli lantaran ditawari pemburu gajah di Malaysia. Apalagi salah satu gading, diduga berasal dari gajah yang baru diburu.

"Semuanya dapatnya dari membeli. Dari pengakuan mereka, mereka ini mendapatkan kayak sembunyi-sembunyi. Nanti pemburu ini yang menawarkan. Kelihatannya memang ada spesialis pemburu gajah," ujar Penyidik Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Samarinda, Sucipto, Selasa (16/05/2017).

Sucipto menambahkan, pemburu gajah disinyalir memanfaatkan banyaknya TKI asal Nusa Tenggara Timur yang punya tradisi pemberian mahar perkawinan dari gading gajah. Untuk 1 gading gajah di Malaysia dijual seharga 3.000 ringgit atau setara dengan 10 juta rupiah.

Selama 2017, Bea Cukai Kabupaten Nunukan telah 3 kali mengagalkan upaya penyelundupan gading gajah dari Malaysia melalui Pelabuan Tuno Taka Nunukan. Dari 3 kali upaya penyelundupan, Bea Cukai Nunukan berhasil menyita 8 buah gading gajah.
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

OTT di PN Jaksel, KPK Tetapkan Dua Orang Tersangka

  • DPR Akan Panggil Panglima TNI Terkait Pembelian Helikopter AW 101
  • Polres Jombang Temukan Modus Penjualan Narkoba Secara Kredit
  • Presiden AS Pilih Pertahankan Pasukan dari Afghanistan

Impor barang dari luar negeri selalu diawasi dan memiliki ketentuan, jangan sampai Anda menjadi orang yang tidak tahu ketentuan yang dimiliki Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno Hatta