Penyerangan Novel Baswedan, Kapolri Sebut Miryam Punya Potensi

"Kami melakukan penangkapan terhadap saudari Miryam juga dengan tujuan kami melihat, sudut pandang dia mempunyai potensi,"

Selasa, 23 Mei 2017 15:19 WIB

Penyidik KPK Novel Baswedan


KBR, Jakarta- Kepala  Kepolisian Indonesia (Kapolri) Tito Karnavian menyebut politikus Hanura, Miryam S Haryani,  mempunyai motif melakukan penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Hal itu Tito sampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi III bidang hukum DPR RI, Selasa (23/05/17).

"Dengan menggunakan metode deduktif atau motif​, kami melakukan penangkapan terhadap saudari Miryam juga dengan tujuan kami melihat, sudut pandang dia mempunyai potensi," kata Tito di ruang rapat Komisi III DPR RI.

Tito mengatakan, polisi masih mendalami peran Miryam yang diduga memiliki motif untuk melakukan penyerangan terhadap Novel Baswedan. Miryam merupakan tersangka dugaan memberikan keterangan palsu dalam persidangan kasus korupsi KTP elektronik yang ditangani KPK.

"Oleh karena kami dalami yang bersangkutan, termasuk link-linknya yang kemungkinan digerakkan melakukan penyerangan. Tapi sampai saat ini kami belum mendapatkan hasil yang positif. Tim terus bekerja mendalami," ujarnya.

Tito mengatakan, penyelidikan yang dilakukan polisi salah satunya menggunakan metode deduktif. Metode ini untuk menelusuri motif penyerangan terhadap Novel.

Melalui metode deduktif ini, sebelumnya polisi telah memeriksa dua orang yang diduga mempunyai motif melakukan penyerangan yakni AL dan Miko. Namun keduanya memiliki alibi tidak berada di lokasi saat penyerangan.

Selasa pagi, 11 April 2017 lalu, Novel disiram menggunakan air keras oleh orang yang tak dikenal. Kejadiannya sehabis Novel salat subuh berjamaah di Masjid yang tak jauh dari rumahnya. Pelaku diduga berjumlah dua orang menggunakan sepeda motor.


Eeditor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau