Penyerang Novel Tak Kunjung Tertangkap, Ini Rencana KPK

"Ini sudah lewat 30 hari agaknya kita memang perlu duduk bersama untuk membahas rencana ke depan."

Sabtu, 13 Mei 2017 14:00 WIB

Penyidik senior KPK Novel Baswedan. (Foto: Antara)


KBR, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan berupaya menemui Presiden Joko Widodo untuk membicarakan upaya percepatan pencarian pelaku penyerangan penyidik senior KPK Novel Baswedan. Selain bertemu Jokowi, KPK juga berencana duduk bersama Polri untuk mendiskusikan hal tersebut.

Juru bicara KPK Febridiansyah mengatakan langkah itu diambil sebagai respon dari kekecewaan keluarga. Mereka menilai kepolisian lambat dalam mencari pelaku. Pasalnya sudah lebih satu bulan upaya pencarian dilakukan polisi, belum ada satupun pelaku yang ditemukan.

"KPK secara kelembagaan tentu menghormati apa yang sudah dilakukan Polri. Namun karena ini sudah lewat 30 hari agaknya kita memang perlu duduk bersama untuk membahas rencana ke depan dan bagaimana pelaku bisa diproses lebih lanjut. Bahkan kami pertimbangkan juga sejauh mana kita bisa bicara dengan Presiden," ujar Febri di gedung KPK, Jumat (12/5).

Kata Febri, KPK ingin bersama-sama mencari solusi agar proses penyelidikan bisa dilakukan lebih cepat. Meski begitu menurut Febri belum ada rencana untuk membentuk tim investigasi khusus atau melakukan penyelidikan bersama dengan kepolisian.

Hingga saat ini, Novel masih menjalani pengobatan di Singapura. Informasi terakhir yang diterima   dari pihak keluarga perkembangan mata kanan Novel sudah membaik. Namun penyembuhan mata kirinya berjalan lambat,

"Secara umum mata kanan sudah bisa melihat ukuran huruf paling kecil. Meskipun belum bisa berfungsi 100 persen. Untuk mata kiri memang ada pertumbuhan lambat untuk selaputnya."

Polisi sebelumnya sudah menangkap seseorang berinisial AL. AL diduga merupakan pelaku penyerangan. Namun setelah proses penyelidikan, polisi melepaskan AL. Alasannya, polisi masih perlu mendalami alibi AL.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!