Penyebab Ahok Enggan Terjun di Politik

"Enakan jadi pebisnis, jadi Gubernur saja sudah begini apalagi jadi yang lain. Lagian pebisnis banyak uangnya."

Selasa, 16 Mei 2017 15:13 WIB

Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat mengikuti sidang vonis penodaan agama, Selasa (9/5). (Foto: Antara)


KBR, Jakarta- Gubernur Jakarta nonaktif  Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sudah tidak berminat lagi berkiprah di dunia politik. Hal itu diungkapkan Ahok  ketika berbincang dengan Kuasa Hukum Teguh Samudra dan anggota tim  di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jabar.

Kata  Teguh, kliennya  ingin kembali menjadi pebisnis dibandingkan menjadi politisi.

"Pesan khusus, tentang bisnis macam-macam. Kan dia pebisnis sebelumnya bisnis apa aja minyak, sawit juga. Dia tidak tertarik main politik lagi, dia tidak trauma, tapi lebih enak menjadi pebisnis," ujar Teguh kepada para wartawan, di Mako Brimob Senin (05/16).

Lebih lanjut Teguh mengatakan bahwa Ahok sudah tidak tertarik lantaran kasus yang dia hadapi tersebut. Menurut  dia, Ahok mengatakan   menjadi pebisnis dinilai lebih santai dan berpenghasilan tinggi.

"Enakan jadi pebisnis, jadi Gubernur saja sudah begini apalagi jadi yang lain. Lagian pebisnis banyak uangnya." Ujar Teguh.

Kata Teguh   keadaan Ahok sangat baik dan tetap bersemangat seperti biasa.

"Pak Ahok terlihat ceria, bersemangat. Dia banyak cerita tentang aktivitasnya selama di Rutan. Dari mulai selalu membaca kitab, mengingat Tuhan, berolahraga dan menulis setiap hari. Bahkan dia banyak cerita tentang bisnis dia ke depannya." Ujar Teguh.

Basuki Tjahaja Purnama divonis 2 tahun kurungan penjara oleh hakim dalam kasus penistaan agama. Pasca pembacaan putusan Ahok langsung   dijebloskan ke Rutan Cipinang sebelum akhirnya mendekam di rutan Mako Brimob sejak 10 mei lalu.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

500 Kamisan, Korban Terus Tagih Janji Penyelesaian Kasus HAM Masa Lalu

  • Haris Azhar: Novel Cerita Ada Petinggi Polisi Terlibat Penyerangan
  • Terdakwa Penodaan Agama di Medan, Dituntut 2 Tahun 6 Bulan Penjara
  • Perppu Akses Informasi Keuangan Disahkan Menjadi Undang-undang

Indonesia mengalami masalah ketimpangan (inequality) dan tengah berupaya memeranginya. Simak perbincangannya hanya di Ruang Publik KBR, Rabu 26 Juli 2017 pukul 09.00-10.00 WIB.