Pemerintah Targetkan Angka Kemiskinan Turun Jadi 9 Persen

"Ketimpangan juga diharapkan semakin mengecil, yang ditandai dengan penurunan rasio gini menjadi 0,38."

Sabtu, 20 Mei 2017 10:00 WIB

Pimpinan sidang Paripurna Setya Novanto (kiri) didampingi Taufik Kurniawan (kedua kiri) dan Agus Hermanto (kanan) menerima Laporan kerangka ekonomi makro dari perwakilan Pemerintah Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kanan) saat sidang Paripurna di Komple


KBR, Jakarta- Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan pemerintah menargetkan angka kemiskinan pada 2018 turun menjadi 9 sampai 10 persen dalam asumsi makro 2018. Sementara itu, angka kemiskinan pada 2016 sebanyak 27,76 juta orang atau 10,7 persen.

Sri mengatakan, angka pengangguran juga ditargetkan turun menjadi 5,1 sampai 5,4 persen. Sri mengatakan, strategi penurunan angka kemiskinan itu misalnya dengan memperkuat kualitas belanja untuk menstimulasi perekonomian sekaligus mewujudkan kesejahteraan.

"Tingkat kemiskinan diproyeksikan turun menjadi 9,0 hingga 10,0 persen. Ketimpangan juga diharapkan semakin mengecil, yang ditandai dengan penurunan rasio gini menjadi 0,38. Tingkat kesejahteraan rakyat juga akan meningkat, tercermin pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai 71,38," kata Sri Mulyani di gedung DPR, Jumat (19/05/2017). 

Menkeu melanjutkan, "selanjutnya, pemerintah mendorong efektivitas program perlindungan sosial, subsidi yang lebih tepat sasaran, untuk pengurangan kemiskinan dan kesenjangan."

Sri mengatakan, pemerintah mengusahakan penurunan angka kemiskinan, termasuk dengan instrumen fiskal. Pasalnya, saat ini masih ada sekitar 27 juta masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Sri berujar, kondisi perekonomian memang masih dalam ketidakpastian, baik dalam lingkup regional maupun global. Sehingga, kata Sri, perekonomian harus dibangun dengan berdaya saing tinggi agar bisa menciptakan kesempatan kerja, dan ujungnya mengurangi kemiskinan dan kesenjangan.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.