Pembubaran Ormas, Hizbut Tahrir Indonesia Siapkan 1000 Pengacara

"Kami mendapatkan tindakan-tindakan dari aparat pemerintah yang tidak pada tempatnya,"

Senin, 22 Mei 2017 18:58 WIB

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta-   Hizbut Tahrir Indonesia menunjuk bekas menteri‚Äč Yusril Ihza Mahendra sebagai koordinator tim kuasa hukum pembela HTI. Juru bicara HTI, Ismail Yusanto mengatakan, tim ini dibentuk untuk melawan pemerintah yang tengah menyiapkan langkah hukum dalam upaya membubarkan organisasinya.

"Ini baru menyusun tim pembela HTI. Tim pembela ini tugasnya mencermati apa yang telah dilakukan Pemerintah. Bila diperlukan kami mengeluarkan pendapat hukum atau pembelaan-pembelaan hukum," kata Ismail usai diskusi di kantor Ma'arif Institute, Jakarta, Senin (22/05/17).



Ismail mengatakan, HTI sedang mengumpulkan seribu advokat dalam tim ini. Anggota tim pembela ini juga tersebar di daerah-daerah yang memiliki perwakilan HTI.

"Kami mendapatkan tindakan-tindakan dari aparat pemerintah yang tidak pada tempatnya," kata dia.

Ismail menuturkan, kegiatan HTI di beberapa tempat gagal diselenggarakan. Ia juga mengaku sudah tiga kali dilarang memberikan ceramah. Menurutnya, itu terjadi karena ada intimidasi terhadap pemilik tempat‚Äč yang akan digunakan HTI.

"Ada banyak tempat, termasuk pelarangan tempat saya ceramah," kata Dia.



Sebelumnya, Pemerintah melalui Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto, telah mengumumkan akan membubarkan HTI. Pemerintah saat ini masih menyiapkan langkah hukum dalam pembubaran organisasi yang dianggap bertentangan dengan Pancasila dan NKRI.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.