Panglima TNI Sebut Isu Makar Hoax, Mabes: Kami Punya Bukti

Hingga saat ini proses penyidikan kasus dugaan makar masih bergulir di Polda Metro Jaya.

Jumat, 05 Mei 2017 18:51 WIB

Ilustrasi: Polda Metro Jaya menunjukkan foto proses penangkapan Adityawarman Thaha, salah satu dari 12 tersangka makar (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Kepolisian Indonesia memastikan telah memenuhi prosedur yang sah dalam penetapan tersangka terkait kasus dugaan makar yang dilakukan oleh beberapa orang tokoh beberapa waktu lalu. Juru bicara Kepolisian Indonesia, Setyo Wasisto mengatakan, hingga saat ini proses penyidikan kasus dugaan makar masih bergulir di Polda Metro Jaya. Kata dia, penyelidikan kasus ini memang membutuhkan waktu yang cukup lama.

"Kita sedang melakukan penyidikan. Tolong rekan-rekan wartawan sabar," ujarnya kepada wartawan di Kantor Humas Mabes Polri, Jumat (5/5/2017).

Lanjutnya, dia tegaskan, kepolisian memegang bukti-bukti tentang upaya makar tersebut. "Penetapan tersangka kan sudah memenuhi prosedur-prosedur yang harus dilalui termasuk bukti ada. Pasti ada!" yakinnya.

Terkait pernyataan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, di acara talk show di salah satu stasiun televisi swasta yang mengatakan isu makar adalah tidak benar atau hoaks, dia enggan mengomentarinya. "Kalau itu tanya panglima TNI saja," ucapnya.

Sebelumnya, Panglima TNI Gatot Nurmantyo meyakini upaya makar tidak akan mungkin dilakukan kelompok Islam untuk menjatuhkan pemerintahan Presiden Joko Widodo. Kata Gatot, adanya kabar soal upaya makar dalam aksi unjuk rasa bela agama itu adalah berita bohong atau hoaks untuk menakuti rakyat Indonesia.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Korupsi Alat Kesehatan, Ratu Atut Divonis 5,5 tahun penjara

  • Korupsi E-KTP, Jaksa Apresiasi Hakim Akui Peran Setnov
  • Pansel Klarifikasi Temuan Masyarakat Kepada Calon Komisioner Komnas HAM
  • Polisi: Tidak Ada Gejolak Sosial Pasca Pembubaran HTI di Solo

Mari dukung penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional, dengan BPJS, dengan gotong royong semua tertolong.