OTT Auditor BPK? Ini kata KPK

"Ada kegiatan penyidik KPK di lapangan malam ini. OTT dilakukan di Jakarta terkait dengan salah Penyelenggara Negara di salah satu institusi."

Jumat, 26 Mei 2017 20:43 WIB

Ilustrasi: KPK menunjukkan uang hasil sitaan operasi tangkap tangan (OTT). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah tak membantah kabar penangkapan pejabat di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Melalui pesan singkat Febri menjanjikan akan segera memberikan keterangan resmi terkait operasi tangkap tangan (OTT) tersebut.

"Ada kegiatan penyidik KPK di lapangan malam ini. OTT dilakukan di Jakarta terkait dengan salah Penyelenggara Negara di salah satu institusi. Namun tentu kami harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Ada waktu maksimal 1 x 24 jam. Akan disampaikan perkembangannya." Ujar Febri melalui pesan singkat, Jumat (26/06).

Belum ada keterangan resmi siapakah pejabat yang ditangkap  dan dalam kasus apa. Termasuk berapa jumlah uang yang disita dari operasi tangkap tangan KPK itu.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.