Napi Kabur, Polda Riau Bentuk Tim Khusus Selidiki Pungli di Rutan Pekanbaru

Sejauh ini Polda Riau sudah berkoordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM membahas sebab kaburnya 442 tahanan serta dugaan pungli di LP Sialang Bungkuk Pekanbaru.

Senin, 08 Mei 2017 15:18 WIB

Sejumlah tahanan diangkut dan direlokasi dari Rutan Kelas IIB Sialang Bungkuk Pekanbaru ke Lapas Pekanbaru dan Bangkinang, Sabtu (6/5/2017). (Foto: ANTARA)


KBR, Jakarta - Kepolian Daerah (Polda) Riau membentuk tim khusus untuk menyelidiki dugaan pungutan liar di Rumah Tahanan (Rutan) Sialang Bungkuk Pekanbaru.

Juru bica Polda Riau, Guntur Aryo Tejo mengatakan pembentukan tim khusus merupakan tindaklanjut penanganan pasca kaburnya ratusan tahanan dari Rutan Sialang Bungkuk. Kaburnya para tahanan itu diduga karena maraknya pungli di lapas tersebut.

"Jadi orang yang besuk diminta duit begitu. Kami harus buktikan karena itu baru keterangan dari beberapa orang. Nanti kami tindaklanjuti untuk mencari bahan keterangan lain, termasuk beberapa alat bukti yang harus kami kumpulkan," kata Guntur kepada KBR, Minggu (7/5/2017).

Guntur juga meminta warga memberikan keterangan atau informasi mengenai ada tidaknya pungli, untuk mempermudah penyelidikan polisi.

Sejauh ini Polda Riau sudah berkoordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM membahas sebab kaburnya 442 tahanan serta dugaan pungli di LP Sialang Bungkuk Pekanbaru.

Guntur mengatakan, secara khusus Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly meminta kepolisian menyelidiki dugaan pungli di lapas tersebut.

"Ada rapat antara Kapolda, Menteri Hukum dan juga Gubernur Riau. Ada instruksi dari Menteri seperti itu, jadi kami tinggal lakukan penyelidikan," kata Guntur.

Pada Jumat, 7 Mei 2017 lalu, sebanyak 442 tahanan kabur dari Rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau. Kaburnya para tahanan ini diwarnai rusuh. Peristiwa itu diduga maraknya pungli oleh petugas rutan. Selain itu, jumlah penghuni rumah tahanan juga sudah melebihi kapasitas sehingga tahanan tidak bisa mendapat pelayanan yang baik.

Baca juga:


Mabes Polri menyatakan sebanyak 293 narapidana yang kabur dari Rutan Kelas IIB Pekanbaru, Riau, telah ditangkap dan dibawa kembali ke rutan.

Juru bicara Mabes Polri, Setyo Wasisto mengatakan polisi masih memburu 155 tahanan yang kabur sejak Jumat (5/5/2017) lalu.

"Polda sudah bekerjasama dengna TNI dan masyarakat untuk meningkatkan keamanan. Kami mendapat laporan masyarakat juga inisiatif membuat Siskamling," kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin (8/5/2017).

Setyo Wasisto mengatakan penjara yang kelebihan daya tampung memang rentan dalam pengamanan. Untuk itu, kata Setyo, kepolisian siap membantu mengamankan rutan.

"Polri dan Kemenkum HAM, khususnya Ditjen Permasyarakatan sudah ada ada nota kesepahaman. Kita selalu membantu atas permintaan Ditjen," kata Setyo.

Sejak Jumat lalu, sebanyak 483 tahanan Rutan Kelas IIB Pekanbaru kabur. Mereka memanfaatkan bentrok fisik yang semula terjadi di salah satu kamar tahanan. Perkelahian terjadi karena kapasitas kamar yang sudah melewati batas.

Bentrok memicu kemarahan para tahanan. Mereka lantas merusak pintu dan gembok di sebelah kanan Rutan. Pintu jebol dan digunakan para tahanan untuk kabur.

Atas kejadian ini, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengancam akan memecat Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Riau, Ferdinand Siagian.
 
Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Ini Hasil Rapat Bamus DPR soal Perppu Ormas

  • Tim Arkeolog Sumba Berupaya Cetak Kerangka Situs 2800 Tahun
  • LN: Amerika Terapkan Sanksi Baru bagi Pendukung Korea Utara
  • OR: Di Tengah Ketakpastian Draxler Didekati Sejumlah Klub

Indonesia baru merayakan dirgahayu yang ke-72. Ada banyak harapan membuncah untuk generasi penerus yang bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.