Menteri Darmin: Minimarket Tumbuh Sangat Pesat, Bisa Melindas Pasar Tradisional

Rencana pembatasan saat ini sedang dikaji Kementerian Perdagangan, dan aturan pembatasan akan menggunakan Peraturan Presiden.

Selasa, 30 Mei 2017 14:33 WIB

Ilustrasi. Kasir sedang melayani pembeli di sebuah pasar swalayan. (Foto: ANTARA)


KBR, Jakarta - Pemerintah berencana membatasi pertumbuhan minimarket atau toko swalayan kecil di berbagai daerah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pertumbuhan swalayan kecil di Indonesia saat ini sudah sangat pesat. Darmin khawatir jika pertumbuhan pasar swalayan kecil itu tidak terkontrol, akan berdampak buruk bagi pasar tradisional.

"Tidak ada negara lain yang perkembangan minimarketnya secepat Indonesia. Tapi kita tetap perlu rambu-rambu supaya jangan sampai melindas habis pasar tradisionalnya," kata Darmin di Museum Kebangkitan Nasional, Selasa(30/5).

Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan saat ini hanya 65 persen minimarket atau toko swalayan kecil di Indonesia yang dimiliki perusahaan. Sedangkan 35 persen lainnya dimiliki masyarakat yang tergabung dalam jaringan bisnis waralaba swalayan.

Total minimarket di Indonesia saat ini mencapai lebih dari 14 ribu unit. Darmin mengatakan pemerintah akan membatasi jumlah minimarket.

Rencana pembatasan saat ini sedang dikaji Kementerian Perdagangan, dan aturan pembatasan akan menggunakan Peraturan Presiden. Selain itu, Peraturan Presiden itu nanti juga akan mewajibkan pengelola minimarket untuk memasarkan produk usaha mikro kecil menengah dari masyarakat dalam prosentase tertentu.

Darmin menambahkan pemerintah juga akan membantu upaya standarisasi produk Usaha Kecil Menengah (UKM). Selama ini, UKM kerap mengeluh kesulitan memasukkan produknya ke minimarket. Salah satu yang jadi hambatan terutama untuk usaha makanan adalah mahalnya sertifikasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan(BPOM).

"UKM harus dibantu untuk standarisasi, khusunya kalau makanan dari BPOM," kata Darmin.

Darmin menargetkan perpres itu dapat dirampungkan dalam waktu dekat. Ia berharap upaya ini bisa meningkatkan posisi pasar tradisional.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Perpanjangan Pansus KPK Boroskan Duit Negara

  • Saksi Ahli Novanto Sebut KPK Terlalu Dini Tetapkan Tersangka
  • Densus Antikorupsi Polri Ditargetkan Balikan Uang Negara 900 Miliar Lebih
  • Pemkot Medan Ambil Alih Pasar Pringgan