KPU Jabar: Perekaman e-KTP Harus Selesai Juli 2017

Data kependudukan KTP elektronik itu nanti akan digunakan KPU sebagai data untuk Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4), terutama untuk pilkada Jawa Barat 2018.

Selasa, 16 Mei 2017 10:19 WIB

Ilustrasi. Petugas melakukan perekaman retina mata untuk data KTP elektronik. (Foto: ANTARA)


KBR, Bandung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat memberi tenggat waktu kepada pemerintah provinsi untuk menyelesaikan perekaman data kependudukan untuk KTP elektronik sampai Juli 2017.

Data kependudukan KTP elektronik itu nanti akan digunakan KPU sebagai data untuk Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4), terutama untuk pilkada Jawa Barat 2018.

Anggota KPU Jawa Barat Ferdiman mengatakan berdasarkan laporan terakhir yang diterima, masih ada 1,75 juta penduduk di Jawa Barat belum terekam identitasnya secara elektronik oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jawa Barat. Sedangkan, pemilih potensial di Jawa Barat mencapai sekitar 31 juta orang.

Sebagian besar warga yang belum terekam data KTP elektronik terutama di Kota Bandung, Tasikmalaya, Bogor, Sukabumi, Garut, Cianjur dan Cirebon. Provinsi Jawa Barat terdiri dari 18 kabupaten dan sembilan kota.

"Jadi 1,75 juta itu adalah data yang diduga masih belum melakukan perekaman. Makanya sedang kami dikejar. Kenapa diduga? Karena itu berasal dari data penduduk sebelumnya, dari pemerintah provinsi melalui Dinas Kependudukan," kata Ferdiman di Kantor KPU Jawa Barat, Senin (15/5/2017).

Ferdiman mengatakan jumlah penduduk Jawa Barat yang wajib memiliki KTP elektronik diperkirakan mencapai 31,750 juta orang.

Ferdiman berharap pada November mendatang sebagian besar penduduk wajib KTP elektronik atau berusia 17 tahun ke atas, sudah terdaftar dalam DP4.

Menurut Ferdiman, perekaman KTP elektronik yang terhambat sangat rentan menjadi kendala dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah atau pemilu.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Per 1 September, Beras Medium Tak Boleh Dijual di Atas Rp 9.450

  • Kemendikbud: Kawasan di Cigugur, Kuningan Bukan Cagar Budaya
  • 10 Desa di Jateng Segera Punya Perdes Perlindungan Buruh Migran
  • Ini Dampak Topan Hato di Cina Selatan

Indonesia baru merayakan dirgahayu yang ke-72. Ada banyak harapan membuncah untuk generasi penerus yang bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.