Kominfo: Belum Ada Cara Pulihkan Data yang Terserang Ransomware

Menteri Kominfo Rudiantara menyebutkan malware tersebut menyebar sejak Kamis (11/5) di berbagai negara.

Minggu, 14 Mei 2017 14:12 WIB

Menkominfo Rudiantara menyampaikan keterangan pers terkait Malware Ransomware WannaCry di Jakarta, Minggu (14/5). Foto: Antara

KBR, Jakarta- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyatakan belum ada cara untuk memulihkan dokumen-dokumen yang terkena serangan ransomware WannaCry. Ransomware adalah jenis malware (malicious sofware) yang menyerang komputer dengan mengunci (Enkripsi) semua dokumen, sehingga tidak bisa diakses kembali.

Menteri Kominfo Rudiantara menyebutkan malware tersebut menyebar sejak Kamis (11/5) di berbagai negara. Terparah terjadi di Eropa. Sementara Indonesia, baru terdeteksi setelah ada laporan dari RS Dharmais Jakarta, Sabtu (13/5).

Akibat serangan siber tersebut, akses pelayanan RS Dharmais terganggu karena harus dilayani secara manual.

"Akibatnya proses data di RS dilakukan secara manual, jadi prosesnya berkepanjangan. Misalnya proses registarsi yang terhubung ke komputer dan lain-lain, itu harus manual," ungkapnya.

Rudiantara mengimbau masyarakat, baik individu, lembaga, pemerintahan, maupun perusahaan untuk mengantisipasi serangan tersebut. Salah satunya dengan melakukan pembaruan pada windows 8 ke bawah, yang rentan terkena ransomware.

"Secara sederhana, satu sebelum mengaktifkan, menghidupkan komputer tidak terhubung ke jaringan data, atau wifi. Kedua lakukan back up data yang penting, langkah berikutnya adalah download anti virus," ujar Rudiantara di Bakoel Coffe Jakarta, Minggu (14/5/2017).

Ia menekankan kepada kementerian dan lembaga pemerintah agar memiliki Tim Penanganan Insiden Keamanan Komputer atau Insident Security Response (ISRT). ISRT berguna untuk penanganan keamanan teknologi informasi dan internet.

Baca juga: PBNU Akan Perluas Dakwah Lewat Medsos


Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Polisi Sudah Tunjuk Penyidik untuk Periksa Novel di Singapura

  • Koalisi Peduli KPK Sebut Penyerangan Air Keras Terhadap Novel Libatkan Petinggi Polri
  • Puncak Macet, 31.325 Kendaraan Keluar Tol Bogor
  • Kawanan Bersenjata Tembaki Konvoi PBB

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?