Koalisi Kecam Cara Polisi Tangkap Seratusan Orang atas Dugaan Prostitusi Gay

"Saat mereka ditangkap tidak ada penasihat hukum yang mendampingi. Itu hal yang paling urgent yang kami lakukan. Untuk memastikan hak-hak mereka terjamin,"

Senin, 22 Mei 2017 13:44 WIB

Ilustrasi

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Koalisi Advokasi untuk Tindak Kekerasan terhadap kelompok Minoritas Identitas dan Seksual mengecam tindakan aparat kepolisian dalam saat menangkap seratusan orang atas tuduhan melanggar Undang-Undang Pornografi, di Jakarta Utara.  Anggota Koalisi,  Ricky Gunawan dari LBH Masyarakat  menuturkan, aparat kepolisian melupakan hak-hak yang seharusnya diberikan terhadap seratusan orang yang ditangkap tersebut.

Saat mereka ditangkap kata Ricky, mereka digelandang masuk ke mobil dengan kondisi setengah telanjang. Selain itu, polisi juga diduga menyebarkan foto penangkapan tersebut hingga menjadi viral. Untuk menjamin hak-hak orang yang ditangkap itu, Koalisi membentuk tim yang akan dikirimkan ke kantor polisi.

"Kami menurunkan tim ke Polres Jakarta Utara untuk melakukan investigasi, assessment, dan juga mendekati orang-orang yang ditangkap ini untuk memberikan bantuan hukum. Karena seperti yang kita ketahui, saat mereka ditangkap tidak ada penasihat hukum yang mendampingi. Itu hal yang paling urgent yang kami lakukan. Untuk memastikan hak-hak mereka terjamin," katanya.

Selain itu Ricky juga menambahkan, koalisi juga akan menelusuri dugaan pelanggaran etika yang dilakukan oleh anggota kepolisian yang ditugaskan menangkap seratusan orang itu. Apabila ditemukan pelanggaran kata dia, koalisi akan melaporkan hal tersebut ke Divisi Propam.

"Tapi itu bisa dilakukan kemudian hari. Sebab fokus kami saat ini adalah melakukan pendampingan hukum bagi mereka," katanya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Demi Kesetaraan, Kemenhub Berkeras Batasi Tarif Taksi Online

  • Kasus Hakim Praperadilan Setnov Segera Masuk Sidang Panel KY
  • Kasus Pribumi, Polri Masih Kaji Laporan terhadap Anies Baswedan
  • Pernikahan Usia Anak di NTB Masih Tinggi