Kemenhub Tunggu Komitmen Pemprov Jabar Soal Lahan Bandara Kertajati

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso masih optimistis pembangunan landasan pacu rampung awal 2018.

Minggu, 28 Mei 2017 20:13 WIB

Pemandangan proyek Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, di Majalengka Jawa Barat, Minggu (21/5). Foto: Antara

KBR, Jakarta- Kementerian Perhubungan menanti realisasi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait penyediaan lahan untuk landasan pacu bandara Kertajati. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso masih optimistis pembangunan landasan pacu rampung awal 2018.

Saat ini Kemenhub sudah menuntaskan pembangunan landasan pacu sejauh 2500 meter. Namun, mereka ingin mendapatkan tambahan sejauh 500 meter. Sementara sisa lahan yang dibutuhkan masih menjadi objek sengketa dengan masyarakat Desa Sukamulya, Kertajati, Majalengka.

"Dengar dari gubernur sudah siapkan kalau panjangkan. Masalah pembebasannya menjadi tanggungjawab pemda. Kita pegang janji dari pemda saja,"ujar Agus di Bandara Soekarno Hatta, Minggu(28/5).

Dengan penambahan landasan sejauh 500 meter, Agus mengatakan bandara internasional itu akan bisa melayani pesawat udara terbesar di dunia. Untuk mewujudkan itu mereka membutuhkan penambahan panjang landasan pacu.

"Di Kertajati akan bisa melayani pesawat terbang paling gede di dunia. Itu yang tipe Airbus 380. Tentunya lebar runwaynya 60 meter. Nanti kesananya butuh solder yang diperkeras. Semua sudah clear tinggal panjangnya."

Niat pembebasan lahan itu sudah sejak lama diprotes oleh warga Desa Sukamulya. Tanah merekalah yang sejatinya akan digunakan untuk penambahan landasan pacu. Mereka sudah menyatakan menolak direlokasi. Namun hingga kini Badan Pertanahan Nasional(BPN) beserta pemerintah provinsi Jawa Barat bersikeras menawarkan opsi tukar guling lahan.

Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.