Kasus Dugaan Korupsi Wisma Atlet Sumsel, Sandiaga Uno Penuhi Panggilan KPK

"Saya meyakini kalau saya tidak terlibat dalam kedua kasus itu, untuk itu saya akan memberikan klarifikasi secara menyeluruh kepada KPK,"

Selasa, 23 Mei 2017 15:50 WIB

Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Salahuddin Uno yang juga mantan komisaris PT Duta Graha Indah menunjukan surat panggilan saat tiba untuk menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (23/5). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Uno memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kata Sandi, kehadirannya untuk  diperiksa dalam kapasitasnya saat menjabat sebagai Komisaris PT Duta Graha Indah terkait.


Sandi mengatakan, sudah tidak menjabat sebagai komisaris beberapa tahun sebelum kasus itu terjadi.

"Untuk materinya sendiri tentunya itu harus menunggu dari penyidik. Tetapi ini berkaitan dengan posisi saya sebagai Komisaris di PT Duta Graha yang saya sudah mundur beberapa tahun lalu. Untuk dua kasus pemeriksaan satu jam 10:00 dan satu lagi jam 13:00 siang nanti. Saya meyakini kalau saya tidak terlibat dalam kedua kasus itu, untuk itu saya akan memberikan klarifikasi secara menyeluruh kepada KPK," ujarnya kepada wartawan di Kantor KPK.

Kata dia, kedatangannya dirinya hari ini sebagai bentuk  dukungan  pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh KPK.

"Hari ini saya memenuhi panggilan KPK dan terus mengapresiasi kinerja KPK untuk penegakan hukum dan memastikan bahwa ke depan Indonesia akan bersih dari korupsi dan saya akan full kooperatif," ucapnya.

KPK mengagendakan pemeriksaan Sandiaga Uno  sebagai saksi untuk tersangka bekas Direktur Utama PT Duta Graha Indah (DGI), Dudung Purwadi.    Dudung Purwadi  terjerat kasus dugaan  korupsi  pengadaan Wisma Atlet dan Gedung Serbaguna pemerintahan Provinsi Sumatera Selatan, dan   pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Khusus Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana Tahun 2009-2011. 

Proyek Wisma Atlet dan pembangunan RS Universitas Udayana terkait dengan jaringan korupsi yang dilakukan Muhamad Nazaruddin.  PT Duta Graha Indah kini telah berganti nama menjadi PT Nusa Kontruksi Enjiniring. Sandiaga sebelumnya juga pernah diperiksa penyidik KPK pada 2013 untuk saksi Nazaruddin.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU

  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI
  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara

Jokowi Tanggapi Komentar Prabowo Soal Ambang Batas 20 Persen

  • Dampak Kenaikan Gaji Tak Kena Pajak Mulai Dorong Konsumsi Masyarakat
  • Pemerintah Dinaikkan Harga Pokok Beras
  • Pemkab Bondowoso Bayar Wartawan Minimal Rp200 Ribu per Berita

Fasilitas KITE IKM diharapkan menjadi jawaban untuk mendorong industri kecil dan menengah untuk terus bergeliat meningkatkan ekspor di tanah air.