Kakak Novel Baswedan Ungkap Asal-usul Foto dan Kegiatan AL di TKP Penyerangan

Taufik Baswedan mengatakan foto yang diberikan Novel kepada penyidik Polda Metro Jaya merupakan hasil bidikan dari warga sekitar yang diserahkan tujuh hari setelah kejadian penyerangan.

Jumat, 12 Mei 2017 10:40 WIB

Tempat Kejadian Perkara (TKP) penyiraman air keras ke muka penyidik KPK Novel Baswedan, Selasa (11/4/2017). Sudah sebulan polisi belum menemukan tersangka penyerang Novel. (Foto: Dwi Reinjani/KBR)


KBR, Jakarta - Keluarga penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan memastikan orang yang diduga pelaku penyerangan berinisial AL sudah berada di daerah dekat rumah Novel kurang lebih sepekan sebelum kejadian.

Kakak kandung Novel Baswedan, Taufik Baswedan mengatakan banyak warga sekitar yang memergoki langsung AL dengan satu orang rekannya kerap memantau aktivitas Novel Baswedan. Menurut Taufik, bahkan imam masjid dimana Novel biasa melakukan salat juga pernah melihat AL.

Taufik mengatakan foto yang diberikan Novel kepada penyidik Polda Metro Jaya merupakan hasil bidikan dari warga sekitar yang diserahkan tujuh hari setelah kejadian penyerangan.

"Setiap hari warga melihat mereka. Mereka nongkrongnya di depan Masjid, atau di seberang rumah Novel. Bahkan warga sekitar ada yang memfoto dan melihat, bahkan ngobrol langsung," kata Taufik Baswedan kepada KBR, Kamis (11/5/2017).

Menurut Taufik, warga sekitar rumah Novel sudah melihat kemunculan AL dan seorang temannya sejak sepekan sebelum kejadian penyerangan Selasa 11 April 2017.

"Setiap hari dua orang ini berada di sekitar situ. Orang yang habis dari masjid banyak yang melihat dia ada di sekitar situ. Bahkan ada yang melihat dia masuk ke kamar mandi masjid," kata Taufik Baswedan.

Taufik mengatakan dari kesaksian banyak warga seharusnya tidak ada alasan bagi Polri untuk berlambat-lambat menuntaskan kasus penyerangan Novel Baswedan. Apalagi, kata Taufik, banyak warga yang siap dimintai keterangan sebagai saksi.

"Semua keterangan saksi, semua keterangan pihak-pihak yang melihat kejadian itu membenarkan foto AL tersebut pak. Kami khawatir jika ini terus dibiarkan, maka semakin lama pasti pelaku menghilangkan barang bukti," ucapnya.

Belum lagi, kata Taufik, Presiden Jokowi juga sudah menginstruksikan kepada Kapolri untuk membentuk tim khusus menuntaskan kasus ini.



Baca juga:


Sebelumnya, Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) melepaskan pria berinisial AL, yang sebelumnya diduga pelaku penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. AL dilepas pada Kamis pagi (11/5/2017).

Juru bicara Polda Metro Jaya Argo Yuwono mengatakan setelah memeriksa selama 1x24 jam, polisi belum menemukan bukti AL terlibat penyerangan menggunakan air keras terhadap Novel.

Meski demikian, kata Argo, penyidik Polda Metro Jaya bakal memeriksa silang pengakuan AL dengan orang lain untuk mebuktikan keterangnya dalam pemeriksaan kemarin bahwa AL tidak berada di lokasi kejadian saat peristiwa berlangsung.

Argo mengatakan pemeriksaan silang itu dibutuhkan untuk memastikan dugaan keterlibatan AL dalam perkara tersebut. Apalagi, kata Argo, Novel Baswedan juga pasti memiliki alasan kuat setelah menyerahkan foto AL kepada penyidik Polda saat mengunjunginya ke Singapura beberapa waktu lalu.

Sementara itu, warga juga meyakini Novel sempat memfoto orang-orang yang berkeliaran di rumahnya. Salah seorang tetangga Novel Baswedan mengatakan Novel memiliki kebiasaan memfoto orang yang dicurigai akan melakukan teror terhadapnya.

Tetangga itu menolak disebutkan namanya karena juga berstatus sebagai seorang saksi. Ia meyakini Novel memiliki foto orang yang diduga sebagai pelaku penyiraman air keras.

"Saat selesai sholat, Novel kerap bercerita kepada kami di masjid, seumpama dia sedang mencurigai ada orang yang sedang membuntutinya. Termasuk yang waktu dia diserempet oleh mobil, truk, atau pada saat dia dibuntuti orang dengan motor. Selain itu, ia juga bercerita kerap memfoto orang-orang yang dicurigai akan mencelakakan dia dengan teknik dia sendiri," katanya.

Menurut tetangga Novel ini, dua orang berinisial M dan H yang sempat dipanggil polisi juga termasuk orang yang sempat difoto Novel.

"Pada saat itu ada tetangga yang menelpon Mas Novel. Memberitahu ada orang dengan gerak-gerik mencurigakan di depan rumahnya. Kemudian Mas Novel memfoto kedua orang itu dari jarak jauh," katanya.

Kepolisian sebelumnya memintai keterangan terhadap orang yang berinisial AL--lantaran diduga terkait penyerangan terhadap Penyidik KPK, Novel Baswedan. AL dimintai keterangan setelah penyidik kepolisian mendapatkan foto dari Novel di Singapura. Setelah menjalani pemeriksaan selama 1x24 jam dan mendengarkan alibi AL, polisi tidak menemukan bukti apapun untuk menetapkan AL sebagai tersangka.

Baca juga:



Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!