ISIS Kuasai Marawi, Kemenlu Besok Evakuasi WNI

"Kita sudah komunikasi baik dengan armed forces maupun dengan polisi. Pengawalan sudah, pass-nya kita sudah dapat."

Rabu, 31 Mei 2017 16:27 WIB

Kota Marawi Filipina. (Foto: Antara)


KBR, Jakarta- Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan evakuasi 17 Warga Negara Indonesia (WNI) yang terjebak di Marawi, Filipina akan dimulai besok. Kata dia, evakuasi direncanakan melalui dua rute atau jalur. Dua tim evakuasi saat ini juga dipastikan telah berada di lapangan.

17 WNI ini terdiri dari 16 pendakwah dan 1 WNI lain. 16 pendakwah asal Indonesia itu terbagi dalam dua kelompok yang tersebar di dua lokasi yang berbeda.

"Evakuasi pertama ada empat orang yang akan membimbing. Untuk tim kedua ada tiga orang yang akan membimbing. Dan kita sudah komunikasi baik dengan armed forces maupun dengan polisi. Pengawalan sudah, pass-nya kita sudah dapat. Jadi insyallah mungkin kalau situasi tidak memburuk, besok mungkin akan mulai dilakukan evakuasi dan semua perkembangan sudah saya laporkan kepada Presiden," kata Retno Marsudi di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (31/5/2017).

Baca: TNI Perketat Perbatasan


Retno Marsudi menambahkan, dua rute evakuasi yang akan ditempuh yakni jalur dari Iligan City dan dari Sultan Naga Dimaporo.

"Rute pertama, itu dengan jalur Iligan, Marantau, Iligan. Kemudian ke bandara Cagayan de Oro.  Rute yang kedua, itu dari Sultan Naga Dimaporo, Pagadian City, Illigan, terus kemudian ke Sultan Naga," terangnya.

Kata Retno, pemerintah juga telah meminta pengawalan dari militer dan kepolisian Filipina di sepanjang rute evakuasi.

"Tim evakuasi Indonesia juga telah mengajukan permohonan bantuan escort pengamanan dari Iligan ke Marantau, karena akan melalui wilayah Marawi City," kata bekas duta besar Indonesia untuk Belanda ini. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

HMPI Laporkan Pelanggaran Etik Setnov Kepada MKD

  • Sidang Korupsik E-KTP, Anas Akui Bertemu Setnov
  • DPR Desak Proses Penggantian Panglima Mulai Dilakukan
  • Tak Dapat Gas, Pupuk Iskanda Muda Berhenti Operasi

Guna mengembangkan dan mengapresiasi Organisasi Kepemudaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan "Pemilihan Organisasi Kepemudaan Berprestasi 2017"