Importir Bawang Putih Ditangkap, Mentan: Ada Peluang Bertambah

"Pak Mentan, tolong ada penimbunan. Oke kami bergerak dengan Kepolisian, sekarang ada tiga tersangka. Izinnya kita cabut."

Kamis, 18 Mei 2017 14:40 WIB

Ilustrasi: Pedagang membersihkan bawang dari kulitnya di Pasar Bitingan, Kudus, Jawa Tengah, Senin (15/5). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan masih ada peluang Kepolisian kembali menangkap importir bawang putih yang curang karena menimbun komoditas tersebut. Amran mengatakan bersama Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berkomitmen mencabut izin para importir yang ketahuan curang.

Enggar mengatakan, dia akan terus memantau para importir yang enggan melepas komoditasnya ke pasar.

"Begitu digerebek, langsung dikasih tahu lagi, langsung PT itu saya cabut izinnya. Pak Mentan, tolong ada penimbunan. Oke kami bergerak dengan Kepolisian, sekarang ada tiga tersangka. Izinnya kita cabut. Kalau ada yang coba-coba main-main lagi, Pak Mendag perintahkan akan kita cabut lagi. Kami masih monitor, tapi ada lagi menyusul berikutnya, kalau dia tidak cepat keluarkan dari gudang. (Ada berapa?) Belum tahu, nanti kita beri tahu. Kita satu-satu saja," kata Amran dan Enggartiasto di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (18/05/2017).

Amran mengatakan, dia sudah mendesak para importir pemilik bawang putih agar segera menggelontorkan stoknya ke pasar untuk menekan harga. Dia dan Enggar juga mengancam akan mencabut izin yang dimiliki importir nakal. Kata dia, apabila keberatan dijual dengan harga rendah, bawang yang berkualitas premium bisa dijual di pasar modern.

Kemarin, Amran bersama Bareskrim Mabes Polri menggerebek lokasi penimbunan bawang putih dan cabai di Pergudangan Tunas Perkasa Indonesia, Bekasi, Jawa Barat. Di sana, Amran menemukan 12 kontainer, yang berisi bawang putih, bawang bombai, dan cabai kering. Dari lokasi, polisi juga menangkap pemilik gudang, pemilik bawang, dan sopir truknya.

.

[Pekerja melintas di dekat sebuah mobil truk bermuatan bawang putih yang terpasang garis polisi, di gudang PT Tunas Perkasa Indonesia, di kawasan Tarumajaya, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (17/5). (Foto: Antara)  


Harga

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengklaim harga bawang putih di pasar mulai bersangsur turun. Enggar mengatakan, harga bawang putih sudah mendekati harga jual yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 38 ribu per kilogram.

Enggar memperkirakan, harga bawang putih itu akan turun lagi pada pekan ini.

"Bawang putih harga setiap minggu kita turun. Kalau tidak percaya sekarang ini saya batasi Rp 38 ribu, mereka sudah turun perlahan dari Rp 55ribu, Rp 50 ribu, Rp 45 ribu, Rp 40 ribu, mendekati Rp 38r ribu. (Tapi masih ada yang menjual stok lama?) Iya masih ada, tapi stok baru sudah ada belum? (Ada.) Ada kan, jadi beritakan ada yang baru. Kalau  tidak, Anda berdosa betul. Stok baru ada begitu terjual maka harga stok lama akan turun," kata Enggartiasto di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (18/05/2017).

Enggartiasto mengatakan, penurunan harga bawang putih dari kisaran Rp 60 ribu hingga Rp 38 ribu memang tak bisa seketika. Padahal, kata Enggar, dia sudah sejak dua pekan lalu menetapkan harga jual bawang putih di pasar maksimal Rp 38 ribu per kilogram.

Enggartiasto berujar, dia sudah mendesak para importir agar segera melepas stok bawang putih di gudang dan mendatangkan bawang putih baru untuk menjamin pasokannya. Menurutnya, harga akan berangsur turun hingga di bawah Rp 38 ribu apabila stok bawang putih membanjir di pasar. Selain itu, kata dia, apabila bawang putih baru dihargai Rp 38 ribu, stok yang lama juga akan mengikutinya turun.

Pantauan KBR di Balikpapan, Kalimantan Timur beberapa minggu terakhir harga bawang putih justru melonjak tajam. Dari sebelumnya awal Mei sekitar Rp 30 ribu per kg menjadi Rp 52 ribu. Harga tersebut terus bertahan hingga kini.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan M. Saufan mengatakan, hingga kini  tak bisa berbuat apa-apa karena pasokan dari distributor masih minim.  Menurutnya, harga bawang putih akan kembali normal, jika pasokan dari distributor ataupun impor dari Cina sudah tak terganggu lagi.

“Naik. Sebabnya supplier Subaraya kurang menyuplai ke Balikpapan. Perlu diketahui kebutuhan bawang putih yang disediakan dalam negeri cuma 5 persen kemudian yang 95 persen itu impor. Impornya dari Cina, Di Cina terjadi gangguan panen. Mudah-mudahan terjadi akhir Mei atau akhir Juni 2017,” kata M. Soufan, Kamis (18/05).

Saufan menambahkan, Pemerintah Kota Balikpapan menjamin stok sembako atau kebutuhan pokok saat ramadan hingga lebaran aman. Karena sebelumnya telah ada penandatanganan fakta integritas dengan distributor terkait ketersediaan kebutuhan pokok.

Kata dia, jika terjadi kenaikkan harga di pasar, hal itu karena perilaku pedagang yang kerap menaikkan harga, di luar harga yang dipatok distributor. Jika perilaku itu tak  berubah maka akan merugikan pedagang tersebut.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Saracen, Analisis PPATK sebut Nama Besar

  • Bentuk Densus Tipikor, Mabes Minta Anggaran Hampir 1 T
  • Bareskrim Sita Jutaan Pil PCC di Surabaya
  • Konflik Myanmar, Tim Pencari Fakta PBB Minta Tambahan Waktu