Harga Beras Naik, Satgas Pangan Cek Pasar Induk Cipinang

Mana kala terjadi gejolak ini harus diteliti.

Jumat, 05 Mei 2017 18:29 WIB

Ilustrasi (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Tim Satuan Tugas (Satgas) Pemantauan Harga Kebutuhan Pokok Mabes Polri sudah menemukan indikasi permainan harga beras di Pasar Induk Cipinang. Juru bicara Kepolisian Indonesia, Setyo Wasisto menyatakan nantinya penyidik satgas akan diturunkan untuk menyelidiki langsung gudang-gudang beras di sana.

Ujarnya, merujuk pada instruksi presiden, harga beras tidak boleh naik. Itu lantaran, menurut informasi dari Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian, stok beras sampai Lebaran nanti aman.

"Pak Menteri Pertanian (Amran Sulaiman-red) mencanangkan bahwa tidak ada alasan beras untuk naik karena stoknya cukup. Jadi kalo stok cukup artinya suplai cukup. Dimain (diselewengkan-red) apapun kita akan atasi," ujarnya kepada wartawan di Kantor Humas Mabes Polri, Jumat (5/5/2017).

Setyo Wasisto melanjutkan, berdasar informasi awal, kenaikan harga beras yang terjadi di Pasar Induk Cipinang sebesar 50 rupiah per kilogram. Meski tidak begitu besar, dia khawatir kenaikan ini bisa semakin besar angkanya ditingkat masyarakat atau konsumen. Mengingat kata dia, pasar Induk Cipinang merupakan salah satu pusat penyimpanan stok beras Indonesia.

"Mana kala terjadi gejolak ini harus diteliti. Apakah dikarenakan keterlambatan distribusi, transportasinya, atau karena memang ada permainan? Ada upaya-upaya untuk menahan komoditas tersebut. Cipinang itu merupakan barometer, jika ini dibiarkan maka yang dibawahnya akan mengikuti dia," ucapnya.

Dia meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak termakan isu-isu kanaikan harga bahan pokok. Kata dia, pemerintah menjamin ketersediaan bahan pokok untuk menghadapi bulan puasa dan lebaran aman.

"Jadi kita akan lihat terus kondisi di lapangan karena satgas ini juga dibentuk hingga ke tingkat daerah. Kita akan evaluasi terus. Dengan begitu saya berharap harga itu aman sampai Lebaran," tukasnya lagi.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

MA: Praperadilan Tak Gugur Selama Dakwaan Belum Dibacakan

  • Selain Praperadilan, KY Juga Pantau Sidang Novanto di Pengadilan Tipikor
  • Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Cilacap Alami Peningkatan
  • Kongres Sepakat Perpanjang Darurat Militer Mindanao