Ganti Cantrang dengan Gillnet, Nelayan Cirebon Mengaku Bangkrut

Alat tangkap gillet sebagai pengganti cantrang dianggap lebih cocok digunakan nelayan dengan kapal-kapal besar berukuran di atas 30 grosston (GT) yang memiliki jangkauan ke perairan dalam.

Jumat, 05 Mei 2017 13:27 WIB

Ilustrasi. Pelatihan membuat jaring insang atau gillnet. (Foto: djpt.kkp.go.id)


KBR, Jakarta - Sejumlah nelayan tradisional di Cirebon, Jawa Barat mengaku tidak cocok dengan program Kementerian Kelautan dan Perikanan yang memilih gillnet atau jaring insang sebagai alat tangkap ikan pengganti cantrang.

Salah seorang nelayan tradisional di Cirebon, Sopyan mengatakan alat tangkap ikan jenis gillnet (jaring insang) tidak tepat bagi nelayan tradisional. Bahkan, kata Sopyan, alat tangkap itu membuat nelayan kecil bangkrut.

Sopyan mengatakan gillet tidak cocok bagi nelayan kecil dengan daerah jelajah di perairan dangkal. Alat tangkap ini, kata Sopyan, lebih cocok digunakan nelayan dengan kapal-kapal besar berukuran di atas 30 grosston (GT) yang memiliki jangkauan ke perairan dalam.

"Dulu saya pernah pakai gillnet, pada tahun 2006. Pernah dibantu pemerintah juga. Tapi alat tangkap ini tidak maksimal, hanya semusiman saja. Setelah satu bulan alatnya sudah ditumpuk, tidak kena ikan lagi. Otomatis setelah satu bulan alat itu kami jual lagi untuk beli alat tangkap lain lagi," kata Sopyan kepada KBR, Kamis (4/5/2017).

Sopyan menjelaskan, mayoritas nelayan di Cirebon menggunakan jaring arat karena lebih mudah digunakan. Jaring arat adalah jaring yang sejenis dengan pukat harimau. Hanya beberapa nelayan besar saja yang menggunakan jenis jaring gillnet.

"Saran saya, jika memang pemerintah bermaksud mengganti alat yang tidak ramah lingkungan menjadi alat yang ramah lingkungan, sebaiknya diciptakan saja alat yang harganya bisa kita jangkau. Alat yang tidak memberatkan nelayan tradisional seperti kita," kata Sopyan.

Gillnet atau jaring insang merupakan jaring berbentuk empat persegi panjang dengan mata jaring yang ukurannya sama di seluruh bagian jaring. Jaring ini dipasang di bagian bawah permukaan air atau di dasar permukaan air.

Jaring ini dipasang menghadang pergerakan ikan dan akan menjerat insang ikan atau membelit badan ikan.
 
Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Polisi Sudah Tunjuk Penyidik untuk Periksa Novel di Singapura

  • Koalisi Peduli KPK Sebut Penyerangan Air Keras Terhadap Novel Libatkan Petinggi Polri
  • Puncak Macet, 31.325 Kendaraan Keluar Tol Bogor
  • Kawanan Bersenjata Tembaki Konvoi PBB

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?