Dugaan Awal, Terbakarnya KM Mutiara Sentosa I Dipicu Tabung Gas

KNKT membutuhkan setidaknya 90 hari untuk menuntaskan investigasi.

Minggu, 21 Mei 2017 18:49 WIB

Asap mengepul dari KM Mutiara Sentosa I yang terbakar di perairan Masalembu, Jawa Timur, Sabtu (20/5). (Foto: ANTARA)


KBR, Jakarta - Penyebab terbakarnya kapal KM Mutiara Sentosa I di Perairan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur diduga karena ada salah satu kendaraan yang membawa muatan tabung gas. Ini disampaikan Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) M. Syaugi.

"Menurut informasinya ada salah satu kendaraan yang membawa gas. Terbakar atau meledak kami belum tahu itu," ujar Syaugi di kantor Basarnas, Minggu (21/5).

Namun dugaan awal itu masih harus dipastikan. Tim Investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi telah terjun ke Surabaya sejak Sabtu (20/5). Menurut investigator KNKT Bambang Alwi, mereka sudah mulai mewawancarai penumpang yang selamat. Hingga kini, kata dia, belum ada kesimpulan pasti soal sumber api.

"Penyebab masih dalam proses investigasi. Itu belum bisa saya sampaikan," kata Bambang.

Bambang mengatakan KNKT membutuhkan setidaknya 90 hari untuk menuntaskan investigasi. Kapal sendiri dipastikan sudah melalui proses pengecekkan sebelum berangkat. Direktur Perkapalan Kementerian Perhubungan Rudiana menegaskan jumlah penumpang tidak melebihi kapasitas.

Baca juga:

"Dengan jumlah pelayar 197 plus Anak Buah Kapal, kapasitas kapal memang 300 orang. Alat keselematan, sekoci, bisa menampung maksimal 550 orang. Life jacket ada 667 buah. Dari sisi keselamatan sudah memenuhi syarat," sebut Rudiana.

Jumat (19/5) lalu, KM Mutiara Sentosa I yang berlayar dari Surabaya ke Balikpapan terbakar di Perairan Masalembu. Kejadian itu mengakibatkan lima orang tewas sementara 192 lainnya dinyatakan selamat.

Proses evakuasi membutuhkan waktu 8 jam. Selain kapal Basarnas, evakuasi juga dibantu dua kapal lain yakni Kapal Dharma Kartika dan Kapal Meratus. Dua kapal ini adalah kapal terdekat dengan KM Mutiara Sentosa I saat kejadian. Syaugi mengatakan proses evakuasi sempat terhambat karena faktor cuaca.

"Lokasi memang cukup jauh. Cuaca juga kurang mendukung. Saat itu ketinggian ombak mencapai 1 sampai 2 meter. Kecepatan angin 15 knot. Ini cukup menyulitkan kami menaikkan orang ke kapal."



Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Perpanjangan Pansus KPK Boroskan Duit Negara

  • Saksi Ahli Novanto Sebut KPK Terlalu Dini Tetapkan Tersangka
  • Densus Antikorupsi Polri Ditargetkan Balikan Uang Negara 900 Miliar Lebih
  • Pemkot Medan Ambil Alih Pasar Pringgan