Dua Ibu Rumah Tangga di Jombang Ditahan Karena Simpan Bahan Peledak

Mereka berinisial SW dan SM warga Kecamatan Gudo.

Minggu, 28 Mei 2017 16:20 WIB

Barang bukti belasan kilogram bahan peledak dan mercon siap edar disita Polisi dari tiga tersangka, SP, SW dan SM. Foto: Muji Lestari

KBR, Jombang –Satuan Reserse Kepolisian Resort Jombang, Jawa Timur menangkap dua ibu rumah tangga dan seorang pria yang diduga membuat dan menyimpan sejumlah bahan peledak. Mereka diantaranya,  SW dan SM warga Kecamatan Gudo serta SP warga Kecamatan Diwek.

Polisi menyita sekitar 15 kilogram bahan peledak dan ribuan petasan berbagai ukuran siap edar serta alat timbang dari mereka. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jombang, Wahyu Norman Hidayat, mengatakan, ketiga tersangka ini ditangkap di tempat yang berbeda bersama barang buktinya.

Menurut keterangan tersangka, rencananya bahan peledak itu akan digunakan untuk membuat petasan yang akan dijual selama bulan Ramadan dan perayaan Idul Fitri mendatang. Petasan rencananya juga akan dijual ke luar kota.

“Untuk BB bahan peledak yang kita amankan sangat banyak sekali, ada sepuluh kilogram bahan peledak yang sudah jadi, lima kilogram bahan untuk campurannya, ada potasium, belerang, satu plastik cetik, 19 biji mercon, 60 plastik kecil obat mercon yang sudah jadi, 24 pak, satu karton, satu unit timbangan dan satu buah ayakan," kata Wahyu Norman Hidayat, Minggu (28/05/17).

Atas perbuatannya, ketiga tersangka terancam dijerat dengan Undang-Undang darurat dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jombang, Wahyu Norman Hidayat, mengimbau kepada masyarakat agar tidak ceroboh menyimpan dan menggunakan bahan peledak jenis apapun. Sebab, kegiatan tersebut ilegal dan mengganggu kenyamanan masyarakat selama menjalankan ibadah puasa. 

Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Arsul Sani: KPK Jangan Bernafsu Tangani Korupsi Swasta

  • BPBD Lebak: Gempa Hantam 9 Kecamatan
  • Jerat Hari Budiawan, Warga Tumpang Pitu Protes Putusan Hakim
  • Gunakan GBK, Persija Naikan Tiket Pertandingan Piala AFC

Padahal para pekerja di kedua jenis industri ini kerap dituntut bekerja melebihi jam kerja dan juga kreativitas yang tak terbatas.