Diancam Mendagri, Aktivis LBH Jakarta Terpukul

Tjahjo Kumolo menyebarkan video orasi Vero ke grup pertukaran pesan WhatsApp wartawan. Tjahjo menganggap orasi Vero bernada provokatif dan fitnah.

Jumat, 12 Mei 2017 09:37 WIB

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. (Foto: ANTARA)


KBR, Jakarta - Aktivis LBH Jakarta Veronica Koman masih merasa terpukul atas ancaman yang dilontarkan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Hal itu disampaikan Veronica, ketika dihubungi KBR, Kamis (11/5/2017) malam. Ia terkejut dengan tindakan Mendagri Tjahjo Kumolo yang mengancam melapor ke polisi atas orasi Vero saat aksi solidaritas untuk Basuki Tjahaja Purnama yang divonis dua tahun penjara atas dakwaan penodaan agama.

"Saya belum bisa berkomentar apa-apa. Termasuk soal Pak Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang meminta saya untuk menyampaikan permohonan maaf. Saya akan menghubungi Anda kembali apabila saya sudah siap memberikan pernyataan," kata pengacara publik dari LBH Jakarta itu, pada Kamis malam.

Tjahjo Kumolo menyebarkan video orasi Vero ke grup pertukaran pesan WhatsApp wartawan. Tjahjo menganggap orasi Vero bernada provokatif dan fitnah. Tjahjo juga membeberkan identitas KTP elektronik atas nama Vero.

Video yang disebarkan Tjahjo berdurasi sekitar 30 detik itu meruakan rekaman pernyataan Vero saat berorasi. Dalam video tersebut Vero menyatakan, "Rezim Jokowi adalah rezim yang lebih parah dari rezim SBY. Saya berdiri hari ini membela Ahok, bersama lautan manusia lain yang mendatangi lokasi penahahan Ahok, karena ini adalah keadilan yang diinjak-injak."

Rekaman itu diambil saat Veronica berorasi dalam aksi lilin untuk Ahok pada Selasa malam, beberapa jam pasca Basuki Tjahaja Purnama divonis penjara selama dua tahun oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Tjahjo menganggap orasi itu bernada provokatif, fitnah, serta mengandung kebencian.

"Saya segera akan kirim surat kepada dia untuk dalam waktu satu minggu menjelaskan, mengklarifikasi, apa maksud pernyataan itu," kata Tjaho seperti dikutip dari situs resmi Kemendagri, Kamis (11/5/2017).



Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau