Buru Pelaku Ransomware, Bareskrim Polri Kerjasama dengan FBI dan NCA

Bareskrim Polri masih mengidentifikasi pelaku serangan ransomware WannaCry di Indonesia melalui digital forensik.

Minggu, 14 Mei 2017 20:05 WIB

Foto: bkpd.jabarprov.go.id

KBR, Jakarta- Bareskrim Polri masih mengidentifikasi pelaku serangan ransomware WannaCry di Indonesia melalui digital forensik. Direktur Tindak Pidana Kejahatan Siber Bareskrim, Fadil Imran mengatakan, kepolisian bekerjasama dengan FBI, NCA, dan ICGI Singapura dalam menyelidiki pelaku penyerangan malware tersebut.

"Kami melakukan langkah-langkah penyelidikan dengan datang ke TKP dan olah TKP digital," kata Fadil kepada KBR melalui pesan WhatsApp, Minggu (14/05/17).

Baca juga: Korban Ransomware Disarankan Tak Penuhi Permintaan Uang Penyerang

Fadil mengatakan, motif pelaku adalah untuk mendapatkan keuntungan berupa uang dari korban serangan ransomware. Pelaku meminta tebusan dalam bentuk mata uang virtual atau bitcoin.

"Undang-undang ITE kita dapat menjerat pelaku dengan pasal mengenai illegal access," ujarnya.

Namun menurut Fadil, transaksi melalui bitcoin sulit dilacak. Itu karena pengguna bitcoin biasanya menggunan identitas palsu.

Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Kepala KSP Moeldoko Tepis Anggapan Miring

  • Izin Impor Beras Dialihkan, PT PPI Tak Keberatan
  • BNPB Siapkan Anggaran Rp 166 Miliar untuk Perbaiki Rumah Korban Banjir Bima
  • PS TNI Gagal Menang Melawan 10 Pemain Persebaya

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.